Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Contoh menu makan siang bergizi gratis. / Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman hingga saat ini belum mengujicobakan program makan bergizi gratis. Teknis pelaksanaannya pun belum dibuat karena masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana, mengaku Pemkab Sleman belum melakukan uji coba makan bergizi gratis. “Kami belum [uji coba]. Tapi dari luar sudah ada, kita [Sleman] hanya kena sasaran,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (4/12/2024).
Uji coba tersebut diantaranya yang dilakukan oleh SGM dan Indonesia Food Security Review (IFSR) di SD Muhammadiyah Ambarketawang, Gamping dan oleh Rabu Biru Foundation kepada ibu hamil di Jogotirto, Berbah beberapa waktu lalu.
Karena bukan sebagai pelaksana, Dinas Pendidikan Sleman tidak mengetahui teknis dan anggaran per anak dalam pemberian makan bergizi gratis tersebut. “Saya tidak tahu karena bukan pelaksana, cuma ada sekolah jadi sasaran,” kata dia.
BACA JUGA: Uji Coba Makan Bergizi Gratis, Siswa di Bantul Nambah Berat Badan
Ia juga mengungkapkan jika saat ini belum ada teknis pelaksanaan maupun rencana uji coba makan bergizi gratis dari Pemkab Sleman. Hal ini dikarenakan belum ada juknis dari pemerintah pusat. “Masih menunggu juknis pusat,” ujarnya.
Sekda Sleman, Susmiarto, menuturkan jika melihat kebutuhannya, Pemkab Sleman diminta menyediakan anggaran Rp150 miliar. “Tetapi karena anggaran kemarin mendadak dan sebagainya, kemudian kemarin kita SKPD rasionalisasi akhirnya baru disedikan untuk 11 bulan,” katanya.
Harapannya nanti kekurangan satu bulan itu akan dicukupi di anggaran perubahan. “Kan tetap ada amankan, nanti kalau masih ada anggaran tambahan dan sebagainya kan bisa kita cukupi dari situ,” ungkapnya.
Saat ini pihaknya juga belum mengetahui jumlah sasaran maupun anggaran yang dialokasikan untuk setiap anak. “Belum tahu, saya belum tahu sasarannya berapa. Belum ada petunjuk teknisnya,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
X resmi membatasi akun gratis dengan kuota posting, balasan, dan DM harian yang jauh lebih ketat dibanding sebelumnya.
Kemendikdasmen menyiapkan perubahan TKA SD dan SMP, termasuk penyederhanaan ujian serta penambahan mapel IPA dan Bahasa Inggris.
Tumpukan sampah memenuhi DAM Winongo di Bantul usai hujan deras di hulu Sleman dan sempat menghambat irigasi sawah warga.
Tur reuni Oasis membuat kekayaan Noel dan Liam Gallagher melonjak hingga Rp7,6 triliun dan masuk daftar musisi terkaya Inggris.
Aturan terbaru PPPK mengubah skema karier ASN kontrak, mulai dari pensiun, kenaikan gaji berkala, hingga peluang jabatan tinggi.