Revisi UU Pemilu Diminta Atur Hak Pilih Warga Lintas Domisili
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, Selasa (10/12/2024) saat diwawancarai wartawan di Kompleks Kepatihan, Pemda DIY
Harianjogja.com, JOGJA – Dinas Kesehatan DIY mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap peningkatan kasus penyakit menular selama musim hujan. Flu, demam berdarah dengue (DBD), leptospirosis, dan diare akut menjadi beberapa penyakit yang perlu diwaspadai.
"Perubahan cuaca yang ekstrem, dengan suhu panas di siang hari dan hujan di sore hari, sangat mendukung penyebaran penyakit-penyakit tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, Selasa (10/12/2024).
BACA JUGA: Musim Hujan, Masyarakat Diingatkan Waspadai Penyakit ISPA, Diare hingga DBD
Data yang dihimpun hingga minggu ke-25 menunjukkan peningkatan kasus Influenza-Like Illness (ILI) mencapai 60 kasus. Kasus DBD juga tercatat cukup tinggi dengan lebih dari 400 kasus di seluruh DIY. Meskipun kasus leptospirosis cenderung stabil, tapi tetap perlu diwaspadai terutama di daerah yang sering terjadi banjir.
Untuk mengantisipasi peningkatan kasus penyakit, Dinas Kesehatan DIY telah melakukan beberapa upaya. Salah satunya adalah dengan memantau melalui sistem kewaspadaan dini. "Petugas puskesmas di seluruh DIY telah dilengkapi aplikasi untuk melaporkan setiap kasus yang mencurigakan. Hal ini memungkinkan kami untuk melakukan tindak lanjut dengan cepat," jelas Pembajun.
Selain itu, Dinas Kesehatan DIY juga terus mengkampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). "Kami terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan dengan sabun, dan mengonsumsi makanan yang sehat," imbuhnya.
BACA JUGA: Wabah Mpox di Afrika Tewaskan 1.200 Jiwa
Pembajun juga mengingatkan masyarakat, khususnya di wilayah Gunungkidul, untuk tetap waspada terhadap ancaman penyakit antraks. "Meskipun kasus antraks sudah mulai menurun, tapi kita tidak boleh lengah. Virus antraks bisa terbawa oleh air hujan dan mencemari sumber air minum. Oleh karena itu, masyarakat harus selalu menjaga kebersihan air yang dikonsumsi," ungkapnya.
Terakhir, Pembajun juga menekankan pentingnya imunisasi bagi bayi. "Imunisasi sangat penting untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit berbahaya, seperti Japanese Encephalitis (JE). Saya mengimbau seluruh orang tua untuk memastikan anak-anaknya mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Tak punya paklaring? Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan tetap bisa diajukan dengan dokumen tertentu. Cek syarat dan cara klaimnya.
Terlalu banyak minum teh dapat memicu sejumlah keluhan. Simak 13 dampaknya, dari gangguan tidur hingga penyerapan zat besi.
1 Oktober 2026 memperingati sejumlah hari penting, dari Hari Kesaktian Pancasila, Hari Kopi Internasional, hingga Hari Lansia Internasional.
Prakiraan cuaca Jogja Kamis 1 Oktober 2026 mayoritas berawan. Cek suhu, kelembapan, dan kondisi cuaca tiap kecamatan.
BPBD DIY memperpanjang siaga darurat kekeringan hingga akhir November 2026 dan mengusulkan pembangunan sumur bor ke BNPB.