Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Bupati Sleman saat menerima sertifkat HAKI untuk perlindungan Indikasi Geografis pada komoditas Kopi Robusta Merapi Sleman dari Dirjend Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum, Razilu di Lapangan Pemkab Sleman, Kamis (19/12/2024)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Kopi Robusta Merapi Sleman telah mendapatkan hak kekayaan intelektual (HAKI) dengan perlindungan indikasi geografis dari Kemeterian Hukum Republik Indonesia. Sertifikat perlindungan ini diserahkan oleh Dirjend Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum Razilu kepada Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo di Lapangan Pemkab Sleman, Kamis (19/12/2024).
“Saya ucapkan selamat kepada Kabupaten Sleman karena Kopi Robusta Merapi yang dimiliki sudah memiliki HAKI,” kata Razilu di sela-sela penyerahan sertifikat HAKI, Kamis pagi.
Dia menjelaskan, pentingnya perlindungan indikasi geografis bagi produk lokal seperti Kopi Robusta Sleman. Pasalnya, dengan sertifikasi ini maka ada tanda kekhasan yang diakui secara hukum.
“Sertifikat ini memastikan bahwa masyarakat luas dapat mengenali kopi robusta ini sebagai produk asli Sleman. Jadi, kalau mau memakainya harus izin terlebih dahulu agar tidak terjerat masalah hukum di kemudian hari,” ungkapnya.
Menurut dia, perlindungan ini tidak hanya pada ciri khas geografis, karena bisa memberikan nilai tambah bagi para petani kopi di Sleman. Selain memperluas memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing, maka diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani kopi yang melakukan budidaya.
“Haraganya bisa naik secara signifikan dan pemasarannya tidak lagi nasional, tapi sudah bisa menjangkau pasar internasional. Apalagi dalam kemasannya juga sudah ada inovasi dengan berbagai varian rasa,” katanya.
BACA JUGA:Peringati Hari Kopi Sedunia, Kopi Merapi dan Menoreh Khas DIY Akan Dibagikan di Malioboro
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum DIY, Agung Rektono Seto mengatakan, DIY memiliki potensi kekayaan intelektual yang luar biasa. Kopi Robusta Merapi Sleman adalah salah satu contoh dan dengan adanya perlinfungan ini, maka merupakan langkah strategis untuk menjaga warisan lokal. “Tentunya tujuan utamanya untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat serta sebagai upaya pelestarian,” katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyambut baik adanya sertifikat HAKI indikasi geografis untuk komoditas kopi robusta Merapi di Sleman. Bentu perlindungan ini merupakan komitmen pemkab untuk terus mendorong pengembangan produk lokal agar semakin dikenal. “Kopi Robusta Sleman bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerita panjang tentang tradisi dan dedikasi para petani kami,” kata Kustini.
Menurut dia, Kopi Robusta Merapi memang memiliki karakteristik yang unik dan cita rasanya yang khas. Proses budidaya dilakukan secara tradisional di kawasan Lereng Merapi sehingga menjadi kebanggaan Masyarakat di Sleman. “Kopi Robusta Merapi sudah menjadi produk unggulan dan harapannya bisa semakin menyejahterakan petani,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.