Dukung Pelajaran Coding & AI, Wamen Komdigi Nezar Patria: Disesuaikan Usia dan Level Teknologinya

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Kamis, 19 Desember 2024 19:27 WIB
Dukung Pelajaran Coding & AI, Wamen Komdigi Nezar Patria: Disesuaikan Usia dan Level Teknologinya

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria ditemui pada Kamis (19/12/2024) di UGM. /Harian Jogja -- Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, SLEMAN -- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mendukung dimasukkannya pelajaran coding di sekolahan, asalkan tingkat pembelajarannya disesuaikan dengan usianya.

"Ya, bagus, kita dukung, bagi yang ingin belajar coding pastinya gitu, bagian dari literasi digital juga. Tapi kita memikirkan antisipasi perkembang-perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) ke depannya," kata Nezar ditemui pada Kamis (19/12/2024) di UGM. 

Malahan, nezar mengusulkan agar pengetahuan tentang AI juga dikenalkan kepada generasi muda.

"Bagus juga kalau selain coding pengetahuan fundamental tentang Artificial Intelligence penggunaan generatif AI itu juga dikenalkan ke generasi muda," lanjutnya. 

Nezar berpandangan anak-anak di sekolah dasar ini sudah berinteraksi dengan teknologi digital. Untuk pembelajaran coding atau AI tentu saja nanti bisa disesuaikan dengan usia anak.

"Misalnya untuk tingkat pemula pengenalan tentang coding itu bagus saya kira, karena dia merupakan aspek yang fundamental dari kegiatan programing," ungkapnya. 

BACA JUGA: Coding dan AI Masuk Mapel Pilihan di SD Tahun Ajaran 2025/2026

"Jadi kita sesuaikan dengan tingkat usianya dan juga level teknologi yang mau diperkenalkan," imbuhnya. Terlebih kata Nezar saat ini kebutuhan akan talenta digital di Indonesia masih kurang. Menurut hitungannya di 2030 nanti Indonesia butuh sekitar 12 juta talenta digital. Sementara hingga kini Indonesia masih kekurangan sekitar 3 juta talenta digital. 

"Dengan kolaborasi berbagai pihak, kami coba memenuhi kebutuhan itu. Kami bekerja sama dengan sejumlah big tech, global tech company kaya google, microsoft, amazon, untuk bisa mempercepat proses pendidikan digital untuk pembentukan digital talent di Indonesia," ujarnya.

Pembelajaran coding maupun ai kepada anak-anak SD merupakan capaian panjang di Indonesia Emas nanti. 

"Kalau anak-anak SD kita bicara soal jauh ke depan ya, mungkin sampai ke Indonesia emas di 2045," tegasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online