Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi penangkapan terduga pelaku klithih./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Jogja Police Watch (JPW) mencatat setidaknya terjadi 20 kasus kejahatan jalanan atau klithih sepanjang 2024. Semua pihak terutama kepolisian diminta meningkatkan kewaspadaan untuk terus menekan kasus klithih.
Kadiv Humas JPW, Baharuddin Kamba, menjelaskan aksi klithih belakangan terulang kembali terjadi di Jogja. Hal ini sebagai alarm bagi semua pihak, terutama aparat kepolisian, orang tua dan sekolah untuk meningakatan pengawasan dan keamanan di DIY. “Agar aksi klithih dapat diminimalkan,” katanya, Jumat (27/12/2024).
Menurut catatan JPW yang diolah dari berbagai sumber, sepanjang tahun 2024 ini, terdapat setidaknya 20 kasus kejahatan jalanan. “Artinya, hampir setiap bulan selama tahun 2024 ini aksi klithih terjadi,” katanya.
Jika dibandingkan pada tahun 2023 yang terdapat 12 kasus klitih, pada 2024 terjadi peningkatan yang cukup signifikan. “Meskipun ada beberapa kasus yang diduga klitih dibantah oleh pihak kepolisian yang menyebutkan bukan kasus klithih,” ungkapnya.
BACA JUGA: Klithih Kembali Marak, Polda DIY Diminta Gencarkan Patroli
Kebanyakan korban klitih mengalami luka karena senjata tajam, bahkan ada juga yang meninggal dunia. Dalam berbagai kasus klitih para pelaku menyasar korban secara acak. “Tidak saling kenal antara korban dan para pelaku klitih serta dilakukan pada jam ganjil, yakni dini hari bahkan ada juga dlakukan pada siang hari,” kata dia.
Para pelaku klitih dan korban kebanyakan masih berstatus sebagai pelajar bahkan di bawah umur. Pelaku klitih ini biasanya menggunakan senjata tajam seperti gir, pedang maupun celurit. Untuk mengantisipasinya, semua pihak harus berkontribusi. “Semua pihak harus mewaspadai aksi klitih terjadi terutama pada malam pergantian tahun. Program Jumat Curhat oleh Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan terbukti tidak mampu meminimalkan aksi klithih karena justru aksi klitih kembali marak terjadi,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.