650 Orang Berebut Posisi Volunteer MIF 2026 di Mandalika
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
Underpass Margosari terendam air ini disebabkan pompa air tidak bisa beroperasi maksimal dan air dari sawah masuk di underpass./ Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Komisi III DPRD Kabupaten Kulonprogo meminta Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman segera memperbaiki talud yang ambrol di Underpass Margosari dan optimalisasi pompa air supaya air tidak menggenang saat hujan.
Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo Kartono di Kulonprogo, Kamis, mengatakan hujan deras dengan intensitas tinggi pada Rabu (1/1), menyebabkan beberapa wilayah di Kulon Progo terendam air, salah satunya di Underpass Margosari.
Underpass Margosari terendam air ini disebabkan pompa air tidak bisa beroperasi maksimal dan air dari sawah masuk di underpass.
"Pada saat Underpass Margosari terendam air, talud sebelah utara juga ambrol karena adanya air dari sawah. Untuk itu, kami minta dinas segera memperbaikinya supaya saat hujan, air tidak menggenang," kata Kartono.
Ia mengatakan Underpass Margosari ini sangat strategis dilalui kendaraan dari Kota Wates dan Pengasih menuju jalan nasional.
"Jalan Margosari-Polres Kulon Progo melalui Underpass Margosari sangat strategis, karena akses utama masyarakat, sehingga perlu mendapat perhatian khusus," katanya.
BACA JUGA: Jalan Sentolo-Nanggulan Masih Ditutup, Warga Minta Segera Diperbaiki
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo Pancar Topo Driyo mengatakan penanganan masalah Underpass Margosari secara menyeluruh dan jangka panjang, adalah normalisasi Sungai Papah atau anak Sungai Serang.
Hal ini dikarenakan debit air Sungai Papah saat hujan akan naik, air yang ada di Underpass Margosari tidak bisa dibuang karena posisi lebih rendah.
"Penanganan Underpass Margosari harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari normalisasi Sungai Papah dari hulu sampai hilir," katanya.
Lebih lanjut, Pancar mengatakan penanganan genangan di Underpass Margosari dan talud ambrol yakni dengan optimalisasi pompa yang disiapkan dan pemanfaatan biaya tidak terduga (BTT).
"BTT bisa digunakan untuk penanganan masalah ini," katanya.
Menanggapi hal itu, Kabid Bina Marga DPUPKP Kulonprogo Nurcahyo mengatakan pihaknya akan menghitung kebutuhan anggaran perbaikan talud Underpass Margosari. Setelah itu, dikonsultasikan ke Bappeda Kulonprogo terkait alokasi anggaran.
"Bappeda yang akan memutuskan anggaran yang digunakan, apakah menggunakan BTT atau pos anggaran lainnya," kata Nurcahyo.
Ia mengatakan masalah Underpass Margosari harus segera ditangani karena musim hujan dan potensi bencana hidrometeorologi masih akan berlangsung.
"Kalau talud tidak diperbaiki, Underpass Margosari akan tergenang air," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.