Mendes Yandri Laporkan 73 Akun Penyebar Hoaks ke Bareskrim
Mendes PDT Yandri Susanto melaporkan 73 akun ke Bareskrim Polri terkait video AI deepfake yang menarasikan warung desa akan ditutup.
Evakuasi longsor yang hampir mengenai rumah warga di Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo beberapa waktu lalu akibat hujan deras. - Istimewa/BPBD Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO— Pemerintah Kabupaten Kulonprogo akan memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi mengingat curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan beberapa kapanewon (kecamatan) di wilayah ini terjadi longsor skala kecil hingga menengah.
Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Taufik Prihadi di Kulon Progo, Minggu, mengatakan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi sudah ditetapkan sejak awal Oktober hingga 31 Desember 2024.
"Saat ini, status tanggap darurat bencana hidrometeorologi sedang dalam proses perpanjangan karena kondisi faktual curah hujan masih tinggi, sehingga potensi bencana hidrometeorologi ini masih kita perlukan," katanya.
Pihaknya juga menunggu arahan Penjabat Bupati Kulon Progo terkait dengan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi, mulai dari penanganan kejadian bencana di daerah itu dalam beberapa hari terakhir.
"Kami juga menunggu informasi dari BMKG untuk menguatkan perpanjangan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi," katanya.
Taufik mengatakan hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kulon Progo sejak Rabu (1/1) menyebabkan beberapa kejadian, antara lain pohon tumbang dan tanah longsor.
Kejadian tersebut menyebar di delapan kapanewon, yaitu Wates, Sentolo, Lendah, Temon, Girimulyo, Pengasih, Kokap, dan Panjatan. Tercatat sebanyak 11 kejadian tanah longsor, delapan kejadian pohon tumbang, tanggul retak, tanah ambles, tanah bergerak, hingga talut ambrol.
Dia menjelaskan sebagian besar pohon tumbang mengenai rumah warga setempat sehingga menyebabkan kerusakan. Begitu juga dengan sebagian tanah longsor yang mengenai rumah warga.
"Talud yang ambrol merupakan pembatas sawah dekat Underpass Milir Pengasih, menyebabkan air dari sawah menggenangi underpass," katanya.
Tanah bergerak dilaporkan terjadi Kelurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap.
Dia mengatakan tanah bergerak tersebut berpotensi mengenai bangunan rumah warga yang berada di dekatnya.
Ia memastikan seluruh kejadian yang dilaporkan telah mendapatkan penanganan. Proses penanganan dilakukan bersama oleh warga, relawan, dan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kulon Progo.
"Kami juga menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah warga yang rumahnya terdampak bencana," kata Taufik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mendes PDT Yandri Susanto melaporkan 73 akun ke Bareskrim Polri terkait video AI deepfake yang menarasikan warung desa akan ditutup.
BSSN mengingatkan AI membuat serangan siber ke sektor keuangan makin otomatis, personal, dan sulit dibedakan dari komunikasi asli.
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv
PSEL Piyungan diproyeksikan mengolah 1.000 ton sampah per hari. DIY menyiapkan pasokan dari Gunungkidul, Kulonprogo hingga Jateng.
Taman Budaya Yogyakarta (TBY) akan menggelar Lomba dan Pameran Fotografi Rana Budaya #4 dengan tajuk FYP (For Your People), sekaligus pameran arsip
DPRD Sleman mendorong penguatan peran masyarakat dalam pelestarian dan pengembangan cagar budaya melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)