30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Tim SAR gabungan saat akan melakukan pencarian korban kecelakaan laut di Pantai Congot, Temon, Kulonprogo, Senin (6/1/2025)./ Ist-Basarnas Yogyakarta
Harianjogja.com, KULONPROGO–Tim gabungan Badan SAR Nasional melanjutkan proses pencarian nelayan yang hilang dihantam ombak Pantai Congot, Temon, Kulonprogo, Sabtu (4/1/2025) lalu. Pencarian korban hari ini, Senin (6/1/2025) dilakukan melalui penyururan di laut dan di darat dengan enam SRU (Search and Rescue Unit)
Koordinator Pos Basarnas Kulonprogo, Seto Satrio mengatakan proses pencarian korban dilakukan melalui enam SRU. SRU 1 menggunakan jukung melaksanakan pencarian di laut dengan penyisiran dari lokasi kejadian musibah (LKM) ke arah Timur sejauh 6 kilometer .
SRU 2 menggunakan jukung melaksanakan pencarian di laut dengan penyisiran dari Pantai Glagah ke arah timur 3 kilometer dan kearah barat 3 kilometer. SRU 3 menggunakan jukung melaksanakan pencarian di laut dengan penyisiran dari Pantai Trisik ke arah timur 3 kilometer dan ke arah barat 3 kilometer.
SRU 4 Menggunakan Beach Patrol melaksanakan Pencarian Visual darat dengan penyisiran dari LKP ke arah timur sejauh 2 kilometer. SRU 5 Menggunakan ATV melaksanakan Pencarian Visual darat dengan penyisiran dari LKP ke arah timur sejauh 2 kilometer.
"SRU 6 Melaksanakan Pencarian Visual darat dengan penyisiran dari LKP ke arah timur sejauh 1,5 kilometer, katanya melalui keterangan tertulisnya.
Sebagaimana diketahui kecelakaan laut ini terjadi pada Sabtu (4/1/2025) yang menyebabkan seorang nelayan meninggal dunia dan satu orang lainnya hilang. Seto menjelaskan kecelakaan laut ini bermula saat Aan Anugrah Budi Setya, 28, dan Mareta Ryan Afandi, 27, hendak berlabuh setelah melaut. Keduanya merupakan warga Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon yang berangkat melaut pada Sabtu pagi tadi.
BACA JUGA: Dihantam Gelombang, Seorang Nelayan Kulonprogo Meninggal, Satu Lagi Hilang
Dua nelayan ini berangkat melaut pada pukul 05.30 WIB. Kapal yang digunakan dua nelayan ini saat itu adalah Gerbang Segoro 01.
Seto menyebut dua nelayan ini menangkap ikan dengan cara menyaringnya. Setelah selesai menjaring, memutuskan untuk pulang. Sekitar pukul 10.00 WIB, jelas Seto, kedua nelayan tersebut memutuskan untuk mendarat ke tepi Pantai Congot.
“Saat sampai di tepi pantai, kapal yang digunakan terhantam ombak besar dari belakang yang mengakibatkan kapal terbalik sehingga para korban terjatuh ke laut,” jelasnya.
Setelah tercebur ke laut itu, lanjut Seto, warga sekitar mengetahuinya. “Tim gabungan langsung melakukan evakuasi, korban atas nama Mareta dapat ditemukan,” terangnya.
Saat nelayan berusia 27 tahun itu ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia, lanjut Seto, hal itu diketahui dari keterangan medis setelah korban diperiksa di RS Rizki Amalia. “Dokter menerangkan bahwa korban saudara Mareta Riyan Afandi pada saat dibawa ke RS Riski Amalia dalam keadaan sudah meninggal dunia,” paparnya.
Sementara korban lainnya yaitu Aan hingga Minggu (5/1/2025) ini masih dalam proses pencarian. Seto mengatakan pencarian korban dimaksimalkan melalui penyirisan di jalur darat. "Karena ombak tinggi, pencarian di laut menggunakan kapal jukung tidak bisa," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
America.gov jadi chatbot AI pemerintah AS untuk mencari informasi federal. Simak fitur, Gemini-Grok, rencana layanan dan privasinya.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.