Sungai Winongo Semakin Dangkal, Petani Khawatirkan Kondisi Saluran Irigasi

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Rabu, 08 Januari 2025 18:57 WIB
Sungai Winongo Semakin Dangkal, Petani Khawatirkan Kondisi Saluran Irigasi

Ilustrasi saluran irigasi./Harian Jogja

Harianjogja.com, BANTUL—Beberapa petani di Trirenggo, Bantul mengeluhkan sedimentasi Sungai Winongo. Sedimentasi tersebut mengakibatkan aliran drainase ke lahan persawahan warga berkurang.

Petani Trirenggo, Bantul, Ahmad Wiyono menuturkan sedimentasi di Sungai Winongo sudah terjadi sejak beberapa tahun belakangan. Akan tetapi sejak 2020, belum ada pengerukan untuk mengurangi sedimentasi tersebut. 

Dia menilai sedimentasi tersebut membuat debit air yang mengairi lahan persawahan warga berkurang. "Ini tumpukan sedimennya banyak di dekat bendungan. Kami khawatir, saat aliran sungai deras sedimentasinya bisa terbawa arus dan memutus jembatan air atau saluran irigasi," katanya, Rabu (8/1/2025).

Sementara Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiantoro menuturkan sebelumnya pihaknya menerima aduan dari petani setempat beberapa waktu lalu. Dia menilai saluran irigasi dari Sungai Winongo tersebut selama ini mengairi sekitar 450 hektare lahan persawahan warga. Dia pun menilai apabila sedimentasi saluran irigasi terus dibiarkan, maka dikhawatirkan akan memengaruhi pengairan di lahan pertanian warga. "Jika sampai jebol, setidaknya 450 hektare lahan pertanian di Kapanewon Bambanglipuro Bantul terancam tidak mendapatkan suplai air untuk pertanian," katanya.

BACA JUGA: Duh, Sungai Winongo Jadi Lokasi Pembuangan Sampah

Dia pun mengaku akan berupaya mendorong agar dinas terkait agar menindaklanjuti aduan tersebut. “Kami mendapat masukan dari masyarakat mengenai keresahan mereka. Untuk itu kami akan mendesak pada instansi terkait untuk segera menindaklanjutinya,” ujar mantan anggota DPRD Bantul itu.

Sementara Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY, Subarja menurutkan pengelolaan saluran irigasi tersebut berada dalam kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut. “Sejauh ini kebutuhan air untuk petani tidak ada kendala. Namun, jangka panjangnya jika sedimentasi ini tidak diatasi, maka bisa mengancam saluran irigasinya,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online