Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Petugas menjajal mesin pengolah sampah di TPST Tamanmartani, Sleman. - ist/DPRD Sleman
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan TPST Pesisir di Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari hingga saat ini masih menjadi wacana. Hal ini dikarenakan Pemkab Gunungkidul belum memiliki anggaran untuk membangun fasilitas tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, wacana membangun TPST Banjarejo sudah berlangsung lama. Guna merealisasikan pembangunan ini juga sudah melakukan pembebasan lahan seluas lima hektare.
Selain itu, juga telah dilakukan kajian berkaitan dengan fasilitas pengolahan sampah ini. “Kebutuhan anggaran untuk membangun TPST mencapai sekitar Rp50 miliaran,” kata Hary, Rabu (22/1/2024).
BACA JUGA: TPST Bawuran Satu Akan Segera Beroperasi, Tahap Awal Mampu Kelola 70 Ton Sampah per Hari
Meski demikian, ia mengakui wacana pembangunan TPST Banjarejo masih belum bisa direalisasikan. Hary berdalih, pemkab tidak memiliki anggaran untuk membiayai pembangunan tersebut.
Di sisi lain, sambung dia, juga sudah ada upaya meminta bantuan ke Pemerintah Pusat, tapi belum membuahkan hasil. Adapun akses untuk dana keistimewaan, Hary mengatakan, bahwa di 2023, Pemkab Gunungkidul mendapatkan alokasi untuk membangun TPS 3R di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari dan Kalurahan Tepus, Tepus.
“TPS 3R ini juga sebagai upaya penanganan masalah sampah di kawasan pesisir. Tapi, untuk pembangunan TPST Banjarejo, hingga sekarang masih belum bisa direalisasikan,” katanya.
Meski demikian, Hary memastikan upaya penanganan sampah di Gunungkidul terus dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas maupun program yang telah direncanakan. “Tentu, kami tetap fokus untuk penanganan sampah sehingga tidak menjadi masalah di Gunungkidul,” katanya.
BACA JUGA: Asosiasi Mal DIY Tanggapi Dugaan Buang Sampah di Purworejo
Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti mengatakan, proses penanganan sampah di Bumi Handayani oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah berjalan dengan baik. Meski demikian, ia menggarisbawahi bahwa upaya sosialisasi ke Masyarakat harus ditingkatkan karena kesadaran terkait dengan persoalan sampah masih dinilai kurang.
“Masih banyak pembuang sampah sembarangan seperti di hutan atau jalan yang jauh dari permukiman. Ini harus dilakukan edukasi karena tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan,” katanya.
Berkaitan dengan wacana pembangunan TPST pesisir, hal ini merupakan langkah bagus dari pemkab agar pengelolaan sampah bisa lebih dioptimalkan. “Sayangnya belum bisa direalisasikan karena terkendala anggaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
HP hilang di kereta? Segera kunci perangkat, lacak lokasi, amankan akun, hubungi operator, dan hapus data jika diperlukan.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.
Klasemen medali Asian Games 2026 terbaru, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 5 emas, 8 perak, dan 22 perunggu.
Hasil UEFA Nations League 2026/2027: Belgia menang 3-0 atas Türkiye, Polandia 6-0 Rumania, Prancis ditahan Italia 1-1.