Kuota Magang Nasional 2026 Naik, Pemerintah Siapkan 150 Ribu Peserta
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Foto ilustrasi, Petugas menjajal mesin pengolah sampah di TPST Tamanmartani, Sleman. - ist/DPRD Sleman
Harianjogja, SLEMAN—Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Donokerto di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman ditargetkan dapat beroperasi pada Juni 2025, sehingga dapat mengurai persoalan sampah di wilayah itu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Epiphana Kristiyani di Sleman, mengatakan pengadaan peralatan pengolahan sampah di TPST Donokerto baru dilaksanakan pada awal 2025 ini.
"Pengadaan peralatan e-Katalog sudah dilaksanakan, sudah menunggu tanda tangan kontrak," kata Epiphana Kristiyani, Senin (27/1/2025).
Ia mengatakan saat ini DLH sedang merancang pengelolaan sampah dan lalu lintas sampah supaya tidak menimbulkan bau atau polusi udara.
"Saat ini masih dibahas dengan lintas pemangku kepentingan. Kami berharap TPST Donokerto dapat mengatasi soal sampah di Sleman," katanya.
Epiphana Kristiyani mengatakan TPST Donokerto diproyeksikan mengolah sampah 60 ton per hari. "Nanti kami akan memasang reaktor pengendali bau," katanya.
Sebelumnya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sleman Raden Haris Martapa mengatakan Pemkab Sleman mengalokasikan anggaran pembangunan TPST Donokerto sebesar Rp9,99 miliar guna melengkapi dua TPST yang telah dimiliki Sleman sebelumnya.
Di Sleman Timur sudah ada TPST Tamanmartani di Kapanewon Kalasan. Sementara di Sleman Barat ada TPST Sendangsari di Kapanewon Minggir.
BACA JUGA: Hindari Macet dengan Liburan Staycation, Ini Tipsnya
TPST Donokerto ini diharapkan bisa mengakomodasi Sleman bagian utara Dia menjelaskan pemerintah daerah berupaya mendirikan TPST di berbagai titik agar transportasi pengolahan sampah dari tiap wilayah tidak terlalu jauh.
"Untuk bagian tengah nanti harapannya ada dua TPST lagi," katanya. Haris mengatakan pembangunan fisik TPST Donokerto ini memang seluruhnya menggunakan APBD. Namun, untuk mesin dan peralatannya akan dimintakan dana keistimewaan 2025.
"Jadi menunggu alat dan mesin. Kami harap awal tahun depan sudah bisa beroperasi. Peresmian gedungnya akhir tahun, mudah-mudahan lancar," katanya.
Dia mengatakan kapasitas TPST Donokerto ini sejumlah 60 ton. Namun, dia menilai untuk awal pengoperasian bisa jalan setengahnya maka sudah baik. Nantinya produk TPST berupa Refuse Derived Fuel (RDF) ini akan dikirim ke Cilacap. "Saat awal kapasitasnya 30 ton. Ini sudah sangat bagus," katanya.
Saat ditanya soal penanganan bau yang mungkin muncul, Haris menuturkan hal ini akan dicegah menggunakan alat pengering. Dia mengaku alat yang dipasang menggunakan teknologi terbaru, sehingga penanganan bau akan lebih sempurna.
"Harapannya masyarakat ketika membuang sampah sudah terpilah. Jadi pengangkutan dan pengolahan sampah bisa lebih efisien," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Persija Jakarta resmi berpisah dengan Mauricio Souza usai gagal juara Super League 2025/2026 dan mulai cari pelatih baru.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
FIFA resmi tetapkan 48 basecamp Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko yang membawa dampak ekonomi besar bagi kota nonstadion.
SUV Denza B8 BYD meluncur di Malaysia dengan harga Rp2,3 miliar dan berpotensi masuk Indonesia dengan teknologi hybrid canggih.
Como 1907 lolos Liga Champions namun menghadapi masalah stadion dan defisit Rp1,8 triliun yang mengancam di Eropa.