Layanan PDAM Kota Jogja Masih 30 Persen, Sanitasi Jadi Tantangan
Cakupan layanan PDAM Kota Jogja baru mencapai 30 persen. Air tanah yang masih dianggap baik dan persoalan sanitasi menjadi tantangan.
Pekerja mengerjakan dapur umum di Koramil Sanden, Bantul, pada Kamis (30/1/2024). Pembangunan dapur tersebut dilakukan untuk merealisasikan program MBG./ Harian Jogja - Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL--Pembangunan dapur umum untuk merealisasikan program makan bergizi gratis (MBG) masih dilakukan. Kodim 0729 Bantul menargetkan pembangunan tersebut rampung pada Februari 2025.
Komandan Kodim (Dandim) 0729/Bantul, Letkol Inf Muhidin menyampaikan saat ini pembangunan dapur umum tersebut telah mencapai 54%. Muhidin menargetkan agar pembangunan dapur umum tersebut rampung pada 15 Februari 2025.
"Kita kejar terus, terkadang [pekerjaan konstruksi] lembur sampai jam 22.00 WIB," katanya, pada Kamis (30/1/2025).
Dengan progres tersebut, Muhidin menuturkan masih ada beberapa pekerjaan kontruksi yang akan dilakukan, antara lain pemasangan atap, plafon, atap, dan mengacian bangunan.
Kemudian, di sana juga tengah dibangun saluran untuk menyalurkan limbah sisa produksi makanan. Di sana juga dibangun septic tank untuk membuang limbah sisa produksi makanan.
Untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, ada empat puluh orang pekerja yang dilibatkan. Pekerja pun sebagian besar berasal dari warga setempat.
"Kami dikejar deadline, [pembangunan dapur umum] harus selesai pada 15 Februari 2025," ujarnya.
Nantinya, dapur umum dengan ukuran 18x22 meter tersebut akan digunakan untuk menyediakan MBG bagi 3.000 orang pelajar di Kapanewon Sanden. Dengan jumlah tersebut, program MBG akan menyasar pelajar pada dua PAUD, dua TK, dua SD, dua SMP dan satu SMA yang jaraknya sekitar 2 meter dari dapur umum.
Dia pun mengaku keberadaan dapur umum tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan produksi MBG untuk pelajar se-Kapanewon Sanden. Di kapanewon tersebut jumlah pelajar ada sekitar 8.000 orang, sehingga menurutnya masih diperlukan tambahan dapur umum untuk merealisasikan program tersebut.
Sementara di wilayah Bantul menurutnya ada sekitar 150.000 orang pelajar di Bantul yang akan disasar program tersebut.
"Masih diperlukan tambahan dapur umum [untuk mencukupi kebutuhan MBG di Bantul]," katanya.
Belum Ada Juknis MBG di Bantul
Sementara Pengawas Dapur Umum, Kodim 0729 Bantul, Peltu Edy Prasetyo mengaku belum ada petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan MBG di Bantul.
"Belum ada [juknis], nanti [program MBG] seperti yang berjalan di pusat. Tetapi ini masih menunggu progres pembangunan yang belum selesai, dan perekrutan tenaga kerja belum ada petunjuk," katanya.
Meski begitu, menurutnya, ketika program MBG tersebut dilaksanakan maka pihaknya akan merekrut warga setempat sebagai pekerja untuk memasak dan pengemas makanan.
Kemudian, terkait pengelolaan sampah sisa produksi makanan disana, pihaknya mengaku belum ada rencana kerjasama dengan pihak lain.
"Sementara belum ada kerjasama dengan itu, kami dari Kodim membantu dan mengawasi terlaksananya kegiatan ini sampai [penyaluran program MBG] ke penerima manfaat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cakupan layanan PDAM Kota Jogja baru mencapai 30 persen. Air tanah yang masih dianggap baik dan persoalan sanitasi menjadi tantangan.
Jalan Jetis-Karangsemut Bantul ditutup 29-31 Juli 2026 untuk pemasangan box culvert dan pengaspalan. Simak jadwal serta jalur alternatifnya.
Produksi perikanan budidaya Sleman mencapai 29.167 ton dengan nilai Rp810,7 miliar hingga Juni 2026. Pemkab mewaspadai dampak musim kemarau.
Seorang PNS Dinkes Kulonprogo rutin bersepeda ontel ke kantor untuk menjaga kebugaran sekaligus mendukung efisiensi BBM usai harga Pertamax naik.
Pelajari cara membuat gambar dan mengedit foto dengan Gemini AI menggunakan prompt yang tepat agar hasil visual lebih akurat dan menarik.
Coba 4 gerakan olahraga ringan setelah bangun tidur selama 5–10 menit untuk membantu tubuh lebih bugar, lentur, dan siap beraktivitas.