86 Desa di Sleman Dapat Rp100 Juta untuk Perbaikan Jalan
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Wisatawan mengunjungi kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan di Sleman, DIY. - Antara/Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman mencatat ada 269.014 wisatawan yang berkunjung di Bumi Sembada selama libur Isra Mikraj dan Imlek, mulai Jumat hingga Rabu (24-29/1/2025).
Adapun, Candi Prambanan masih menjadi destinasi favorit wisatawan.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sleman, Kus Endarto, mengatakan jumlah wisatawan yang mengunjungi Candi Prambanan sebanyak 93.777 wisatawan, dan volcano tour 62.846 wisatawan. Puncak kunjungan di Candi Prambanan terjadi pada Minggu (26/1/2025) sebanyak 23.098 wisatawan, dan volcano tour pada Rabu dengan jumlah 12.112 wisatawan.
Adapun rata-rata kunjungan harian di Sleman selama libur panjang tersebut mencapai 44.836 wisatawan. Kunjungan tertinggi terjadi pada Minggu (26/1/2025) dengan jumlah 64.994 orang, dan terendah pada Jumat (24/1/2025) dengan 18.613 wisatawan.
Menurut Kus, angka kunjungan tertinggi tersebut dipengaruhi oleh salah satunya wisuda sarjana di Universitas Pembangunan Negeri Veteran Yogyakarta (UPNVY) dan Amikom pada Sabtu (25/1). Menurutnya, rata-rata angka kunjungan harian selama libur panjang tersebut lebih kecil dari rata-rata kunjungan hari libur Natal dan Tahun Baru yang dapat mencapai 49.751 wisatawan.
“Hampir 96 persen wisatawan yang berkunjung ke Sleman berasal dari Pulau Jawa, di mana wisatawan asal Jawa Tengah mendominasi sekitar 85 persen,” kata Kus saat dihubungi, Kamis (30/1/2025).
BACA JUGA: Labuhan Parangkusumo Kembali Digelar, Ini Dia Jenis-Jenis Uba Rampe yang Dilarung
Apabila membandingkan dengan kunjungan wisatawan pada pekan sebelumnya, ada kenaikan wisatawan hingga 25%. Hal ini tentu melebihi prediksi kunjungan yang telah Dispar buat sebelumnya dengan 2,5% hingga 3%.
Prediksi ini telah mempertimbangkan faktor lain yang memengaruhi seperti kondisi cuaca dan perekonomian masyarakat.
Kus menggunakan istilah lipstick effect guna menjelaskan peningkatan kunjungan di Sleman di tengah perekonomian masyarakat saat ini. Lipstick effect sebenarnya dicetuskan pertama kali oleh Chairman Emeritus The Estee Lauder Companies Inc, Leonard Lauder saat tragedi 9/11 di Amerika Serikat (AS).
Tragedi 9/11 menyebabkan penurunan daya beli masyarakat dan membuat msayarakat sulit mencari pekerjaan. Meski begitu, Lauder melihat keanehan terhadap penjualan lipstik yang justru meningkat. Maka, terjadilah efek yang disebut sebagai kemewahan yang terjangkau. Lipstick menjadi salah satu kemewahan yang harganya tidak terlalu mahal.
“Pada kasus periode libur Isra Mikraj dan Imlek 2025, masyarakat mencari kemewahan untuk mendapatkan kebahagiaan dengan cara yang terjangkau, yakni melakukan aktivitas liburan,” katanya.
Sebab itulah, destinasi yang ada di Sleman ramai dikunjungi. Tidak hanya itu, okupansi hotel yang ada di DIY pada umumnya dan di Sleman pada khususnya berada di atas 75%, bahkan banyak yang mencapai 100%.
Kenaikan kunjungan tersebut nyata adanya. Ketika ditemui pada Selasa (28/1), Koordinator Jip Wisata TLCM, Basuki, mengatakan ada kenaikan pengguna jip wisata hingga 200%. Adapun angka kunjungan selama empat hari libur panjang menyentuh 2.920 pengunjung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.