Grand Rohan Jogja Hadirkan Kembali Pameran Seni Lukis
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Direktur Manufacturing SBI, Soni Asrul Sani dan Bupati Gunungkidul Suryananta, menandatangani kesepakatan bersama pemanfaatan RDF, disaksikan oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SBI, Ony Suprihartono dan jajaran Pemkab Gunungkidul. Penandatanganan dilaksanakan di Jakarta, 3 Februari 2025. ist
JAKARTA– Mengawali tahun 2025, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), yang merupakan anak usaha SIG, memperluas kemitraan dengan pemerintah daerah dalam pemanfaatan refuse-derived fuel (RDF), melalui penandatanganan MoU dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Bupati Gunungkidul, Suryananta dan Direktur Manufacturing SBI, Soni Asrul Sani di Jakarta, 3 Februari 2025 dan turut disaksikan oleh Direktur Keuangan & Manajemen Risiko SBI, Ony Suprihartono, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Pemkab Gunungkidul, Dewi Irawaty beserta jajaran Pemkab Gunungkidul.
Diketahui, bahwa Kabupaten Gunungkidul memproduksi sekitar 0,49 kilogram sampah per orang per hari atau lebih rendah dari rata-rata nasional yaitu 0,68 kilogram sampah per orang per hari. Pemkab Gunungkidul pun telah memiliki regulasi tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.
Regulasi tersebut bertujuan mengubah paradigma pengelolaan sampah dari material yang tidak bermanfaat menjadi material yang memiliki nilai manfaat lebih untuk mendukung peningkatan ekonomi di masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul mengatakan bahwa kerja sama dengan SBI merupakan salah satu langkah penting dalam upaya mengatasi persoalan sampah di daerahnya. "Selama ini, Pemkab Gunungkidul telah menjalankan berbagai program pengelolaan sampah yang semakin dinamis dalam varian dan jumlah. Pelibatan masyarakat serta kolaborasi dengan SBI semakin memperkuat upaya kami dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan serta masyarakat," ujar Suryananta.
Menjadi pelopor penerapan teknologi RDF di Indonesia, hingga saat ini SBI melalui divisi pengelolaan limbah ramah lingkungannya yang bernama Nathabumi telah menjalin kerja sama dengan sekitar 15 pemerintah daerah di berbagai wilayah di Indonesia. Dalam sambutannya, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Ony Suprihartono, kolaborasi antara SBI dan pemerintah daerah merupakan langkah nyata untuk mengatasi permasalahan sampah daerah.
"Tak hanya melalui pembangunan fisik, kami ingin menjadi bagian dari solusi menciptakan kondisi hidup yang lebih baik melalui optimalisasi fasilitas dan teknologi, seperti yang kami lakukan dalam hal pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen," ujar Ony Suprihartono.
Melalui kerja sama ini, Pemkab Gunungkidul melalui tempat pemrosesan akhir sampah (TPAS) Wukisari dengan kapasitas 75 ton/hari dan diharapkan mampu menghasilkan RDF dalam kisaran 30 ton per hari. Kerja sama antara SBI dan Pemkab Gunungkidul ini akan berlangsung selama tiga tahun, di mana RDF yang dihasilkan akan dikirim ke pabrik semen SBI di Cilacap untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.