Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ilustrasi gedung sekolah rusak - JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO–Rencana Presiden Prabowo Subianto mengalihkan APBD yang sebelumnya untuk makan bergizi gratis (MBG) ke infrastruktur pendidikan untuk perbaikan sekolah yang rusak disambut baik oleh Pemkab Kulonprogo. Pasalnya, selama ini anggaran untuk rehabilitasi gedung sekolah terbatas.
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo mencatat program rehabilitasi sekolah di wilayahnya selama ini didominasi anggaran dari dana alokasi khusus (DAK). Anggaran ini dari pemerintah pusat yang contoh pengerjaanya dilakukan untuk pembangun SMPN 1 Wates dan relokasi SDN Percobaan 4 Wates, SDN 2 Wates dan SDN Terbahsari yang masih dibangun hingga sekarang.
Kepala Disdikpora Kulonprogo, Nur Wahyudi menjelaskan pada Selasa (4/2/2025) bahwa pihaknya belum mendengar langsung rencana peralihan APBD untuk MBG ke infrastruktur pendidikan itu. Ia menyebut jika rencana ini direalisasi akan mempercepat rehabilitasi gedung sekolah di wilayahnya.
Pasalnya ada banyak sekolah di Kulonprogo, jelas Wahyudi, yang perlu direhabilitasi. Disdikpora selama ini memiliki daftar sekolah lengkap dengan bentuk kekurangan sarana-prasarana dan kerusakannya.
Rehabilitasi sekolah di Kulonprogo ini, lanjut Wahyudi, dilakukan berdasarkan prioritas. Sumber anggaran yang ada terbatas sehingga secara bertahap dilakukan tiap tahunnya. “Selama ini kami mengandalkan DAK dari pusat, seperti di tiga SDN tadi dan SMPN 1 Wates. Tapi tahun ini apakah disetujui untuk rehabilitasi ke tahap selanjutnya belum diketahui mengingat ada refocusing juga,” jelasnya.
APBD Kulonprogo untuk perbaikan sekolah, menurut Wahyudi, sangat terbatas sehingga andalannya hanya DAK. “Ada dari APBD tiap tahun tapi kecil-kecil anggarannya hanya dibawah Rp200 juta untuk tiap sekolah yang disasar,” paparnya.
Rencana mengalihkan dana MBG dari APBD ke infrastruktur, sambung Wahyudi, diyakini tidak adanya timpang tindih dengan program-program yang ada. “Tidak akan tumpang tindih karena kami ada datanya, sudah ada yang dari DAK dan APBD, kalau ditambah dari sumber dana MBG ini maka akan semakin merata perbaikan sekolahnya,” tegasnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Triyono menerangkan dana MBG dari APBD sudah disiapkannya sejumlah Rp29.5 miliar. Anggaran itu masuk belanja tak terduga (BTT) pada APBD 2025 ini.
Triyono menjelaskan masuknya dana MBG pada BTT karena belum ada petunjuk teknis (Juknis) dari pemerintah pusat. “Kalau sudah ada Juknisnya bisa kami masukan ke item lain, sementara ini di BTT,” ungkapnya.
Dana Rp29,5 miliar untuk MBG ini, kata Triyono, tidak diutak-atik penggunaannya selama belum ada Juknisnya. “Kami biarkan saja di BTT dan tidak dipakai untuk yang lain sampai ada kejelasan teknisnya,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Film Hello Kitty garapan Hollywood dijadwalkan tayang 2028 dengan sutradara Moana 2 dan Ultraman: Rising.
TPR lama Parangtritis dibongkar di Bantul, akses wisata dialihkan sementara dan jalur utama ditata ulang untuk kelancaran lalu lintas.
Apple Shortcuts di iOS bisa digunakan untuk melacak iPhone hilang lewat foto dan lokasi otomatis sebagai lapisan keamanan tambahan.
“Restorasi Gumuk Pasir menjadi salah satu program unggulan dalam penataan kawasan wisata pantai selatan,"
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.