Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Ilustrasi larangan merokok./freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kabupaten Kulonprogo terhitung diterapkan selama 10 tahun. Sayangnya, tingkat kepatuhan masyarakat tak kunjung membaik.
Dari hasil evaluasi yang dilakukan Pemkab Kulonprogo, perlu adanya peningkatan pengawasan terkait dengan kepatuhan masyarakat menaati aturan kawasan tanpa rokok.
Pengawasan diketahui dilakukan akhir tahun lalu dengan cara penertiban melalui operasi non-yustisi dan yustisi terhadap pelanggarannya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satpol PP Kulonprogo berhasil menjaring puluhan orang yang melanggar aturan tersebut. Bahkan sebagian diseret hingga meja hijau untuk tindak pidana ringan dengan sanksi denda.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah Kulonprogo, Jazil Ambar Was’an menyebut Pemkab Kulonprogo akan memperkuat komitmen untuk meningkatkan ketaatan Perda KTR ini. “Perda ini sejak 2014 dan jadi salah satu pioner untuk kabupaten/kota lain di Indonesia, sehingga kami komitmen untuk terus mengupayakannya,” jelasnya.
BACA JUGA: Simak Kalender MotoGP Musim Balap 2025, Jadwal dan Lokasi Sirkuit Lengkap
Jazil menyebut memang terjadi penurunan ketaatan atas aturan ini yang menurutnya sejalan dengan waktu yang memang sudah berjalan lama. “Mungkin lupa atau lainnya, sehingga kami kuatkan lagi,” katanya.
Perta KTR ini menurut Jazil tidak melarang rokok sepenuhnya hanya saja mengatur lokasi mana saja yang dilarang dan dibolehkan. “Terkait dengan adanya wacana penegakan Perda KTR bakal mengurangi PAD menurut kami tidak,” ujarnya.
Anggapan dengan Perda KTR ini yang melarang iklan rokok dan sponsor kegiatan umum, menurut Jazil, tidak signifikan terhadap PAD.
“Karena dari hasil iklan dan sponsor itu yang masuk PAD tidak besar, justru kalau rokok dikendalikan malah mengurangi beban anggaran kesehatan untuk pengobatan dari dampaknya,” katanya.
Kepala Dinkes Kulonprogo, Sri Budi Utami menyebut larangan iklan rokok itu untuk melindungi anak-anak agar tidak terpengaruh. “Upaya lain kami untuk pengendalian rokok ini dengan kerja sama dengan Tomira agar tidak menjualnya secara vulgar,” tuturnya.
Ke depan Satgas KTR Kulonprogo, sambung Sri Budi, dengan meningkatkan kegiatan pengawasan. “Beberapa pihak lain juga sudah bekerja sama untuk ini seperti Bandara YIA yang harapannya aturan ini ditaati bersama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.