Misteri Api di Sleman Belum Terungkap, Sudah Muncul 87 Kali
Fenomena api misterius di Seyegan Sleman sudah muncul 87 kali dalam 12 hari. Api membakar perabot hingga mulai merembet ke area lain.
Harda Kiswaya dan Danang Maharsa./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati Sleman terpilih, Harda Kiswaya menyiapkan sejumlah skenario pendanaan di tengah efisiensi anggaran yang tengah diberlakukan. Sebagai sosok yang pernah berkecimpung di urusan pendapatan daerah, Harda akan mengefektifkan kemampuan keuangan daerah saat bertugas nanti.
Setelah pensiun kurang lebih setahun yang lalu, Harda belum mengetahui detail anggaran Pemkab Sleman saat ini. Hanya saja dengan bekal pengalamannya di urusan pendapatan daerah, Harda akan mengefektifkan kemampuan keuangan daerah.
"Saya belum tahu, saya sudah keluar setahun ini, sehingga kemampuan keuangan Sleman seperti apa saya enggak ngerti [sekarang]," kata Harda dikutip pada Rabu (5/2/2025).
Optimalisasi ini diharapkan Harda dapat mendukung pembangunan Kabupaten Sleman. "Saya akan efektifkan kemampuan keuangan daerah. Betul-betul saya optimalkan, sehingga nanti betul-betul bisa mendukung pembangunan di Kabupaten Sleman dari PAD," katanya.
Tak hanya mengefektifkan keuangan daerah, jejaring kerja yang telah lama dirajut Harda selama bertugas di pemerintahan mungkin akan dia ajak berkolaborasi agar program-program pemerintah bisa berjalan.
"Kemudian saya dengan jejaring kerja saya, saya akan banyak berhubungan dengan pemerintah pusat baik melalui Kementerian maupun teman-teman yang ada di DPR pusat. Bagaimana program-program yang dari pemerintah maupun dari teman-teman yang ada di dewan itu bisa masuk di Kabupaten Sleman," ujarnya.
BACA JUGA: Satu Bulan di Awal 2025, Terjadi 160 Kecelakaan Lalu Lintas di Bantul
"Dari sisi keuangan saya akan banyak berusaha bagaimana dana-dana masuk ke Kabupaten Sleman sebagai pendukung tambahan dari PAD kami."
Yang jelas seusai dilantik nanti, Harda akan melakukan sinkronisasi anggaran yang ada. Bila ada yang perlu direvisi atau dikoordinasikan, ia siap berkoordinasi dengan legislatif.
"Begitu masuk [bertugas] pasti saya akan pelajari, kemudian kalau nanti ada yang perlu direvisi dan koordinasikan ya akan saya koordinasikan dengan teman-teman dewan," jelas Harda.
Salah satu program prioritas Harda saat bertugas nanti ialah penanganan sampah. Menurutnya persoalan sampah ini berkaitan erat dengan kesehatan.
Apabila urusan sampah ini bisa ditangani dengan baik, Harda berharap dampak-dampak buruk akibat sampah dapat dicegah.
"Kalau sampah dipilah dengan baik, kan nanti tidak akan muncul hal-hal akibat dari sampah bisa muncul penyakit dan sebagainya, maka akan saya selesaikan di tahun pertama saya," tegasnya.
Selain penanganan sampah, Harda juga ingin memperbaiki jalan yang ada di Sleman. Baik itu jalan desa, jalan kabupaten, jalan provinsi maupun jalan nasional.
"Jalan harus diperbaiki, baik jalan desa, jalan kabupaten kemudian provinsi dan nasional. Tentu saya akan matur kalau provinsi ke gubernur, kalau jalan nasional ya saya koordinasi ke pemerintah pusat," ungkapnya.
Bukan tanpa sebab persoalan jalan jadi salah satu sasaran Harda ketika bertugas nanti. Bagi Harda jalan merupakan modal dasar masyarakat untuk beraktivitas di beragam sektor, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan hingga kesehatan.
"Jalan itu sebagai modal dasar masyarakat untuk beraktivitas, berkomunikasi, kalau semuanya jalan bagus itu salah satu bentuk sarana prasarana untuk membangkitkan semuanya sehingga lalu lintas akan mudah," kata dia.
"Lalu lintas apapun, lalu lintas barang jasa, lalu lintas pedagangan, pasti itu [kesehatan, pendidikan, ekonomi]."
Meski penanganan sampah dan perbaikan jalan akan jadi sasaran Harda saat bertugas sebagai bupati, bukan berarti dirinya akan mengabaikan program yang lainnya. "Bukan berarti untuk program lain saya abaikan enggak, tetap [dilaksanakan]," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena api misterius di Seyegan Sleman sudah muncul 87 kali dalam 12 hari. Api membakar perabot hingga mulai merembet ke area lain.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu 10 Juni 2026. Tarif hanya Rp12.000 dengan keberangkatan sejak pagi hingga sore.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress 10 Juni 2026 dari Stasiun Tugu ke Bandara YIA. Perjalanan non-stop hanya 35-40 menit dengan tarif Rp50.000.
Prakiraan cuaca DIY 10 Juni 2026 didominasi cerah dan berawan. Kota Jogja Sleman diprediksi menjadi wilayah terpanas dengan suhu mencapai 32 derajat Celsius.
Pelatih Mozambik Chiquinho Conde yakin Timnas Indonesia memiliki peluang besar lolos ke Piala Dunia 2030 berkat kualitas pemain dan dukungan suporter.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini digelar di Qhomemart Ring Road Timur mulai pukul 08.30–13.00 WIB. Berikut syarat perpanjangan SIM.