Finis ke-8 di Moto3 Catalunya, Veda Ega Akui Sempat Terlalu Memaksakan
Veda Ega Pratama finis kedelapan di Moto3 Catalunya 2026 meski start dari posisi 20 dan tetap bertahan di lima besar klasemen.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersama dengan sejumlah pejabat dan Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI Gunawan SP saat melakukan panen padi di Canden, Jetis, Jumat (7/2/2025)/ Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL—Kementerian Pertanian (Kementan) RI mengklaim stok benih padi aman. Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI Gunawan SP mengungkapkan, pada bulan Februari 2025, ada sebanyak 14.000 ton benih padi yang bisa diakses oleh para petani dan masyarakat.
Jumlah 14.000 ton benih padi tersebut bisa untuk memenuhi kebutuhan benih padi untuk luas lahan pertanian seluas 900.000 hingga satu juta hektare. "Perhitungannya, setiap hektare lahan pertanian rata-rata butuh sebanyak 25 kilogram benih," kata Gunawan di Canden, Jetis, Bantul, Jumat (7/2/2025).
BACA JUGA : DPKP DIY Siapkan Bantuan Benih Padi untuk Petani yang Sawahnya Terendam Banjir
Dari 14.000 ton benih padi yang ada, lanjut dia, ada 10 varian benih yang selama ini cukup diminati oleh para petani, seperti varietas Inpari 32, Inpari 42, Mekongga, dan Ciherang. Benih tersebut, menurut Gunawan, memang disiapkan sesuai dengan permintaan petani dan masyarakat. Oleh karena itu, Gunawan menyatakan bahwa untuk stok benih harian, pihaknya menjamin sampai saat ini aman.
Gunawan menyatakan, pada kunjungannya ke Bantul kali ini, Kementan melakukan dua aktivitas tanam sekaligus panen. Hal ini dilakukan agar mempercepat capaian luas tambah tanam. "Sehingga daerah yang sudah melakukan panen atau fase generatif kedua segera persiapan tanam," katanya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, Pemkab Bantul menargetkan pada Februari 2025 ada 2.500 hektare lahan padi di Bantul selesai panen. Halim melihat perkembangan panen padi di Bantul cukup bagus, karena adanya dukungan alat pertanian dan jaringan irigasi dari Kementan dan bersumber dari APBD Bantul.
BACA JUGA : Cuaca Ekstrem Melanda Sleman, Begini Mitigasi Kebencanaan di Sektor Pertanian
"Produktivitas, di Canden ini per hektare 9,3 ton. Itu capaian luar biasa. Padahal rata-rata capaian produktivitas lahan pertanian padi di Indonesia hanya 5,4 ton per hektare," ungkap Halim.
Oleh karena itu, Halim menilai sektor pertanian di Bantul punya daya saing. Oleh karena itu, Pemkab terus mendorong sektor pertanian kedepan. "Makanya APBD kami nanti akan diarahkan ke sektor pertanian, disamping industri dan pariwisata," ucap Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama finis kedelapan di Moto3 Catalunya 2026 meski start dari posisi 20 dan tetap bertahan di lima besar klasemen.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Sam Altman mengungkap Gen Z kini memakai ChatGPT sebagai penasihat hidup, berbeda dengan generasi tua yang masih menggunakannya seperti Google.
Jadwal bola malam ini 18-19 Mei 2026 menghadirkan Arsenal vs Burnley, semifinal Liga Arab Saudi, hingga La Liga 2 Spanyol.