SLB Tunas Bhakti Bantul Direvitalisasi, DPRD Dorong Pendidikan Inklusi
SLB Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, direvitalisasi Kemendikdasmen. DPRD Bantul mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Ilustrasi hewan pengerat./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Ancaman hama tikus masih membayangi sektor pertanian di Kabupaten Bantul, mendorong Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat memperketat pengawasan lapangan guna memastikan produksi padi tetap aman dan berkelanjutan.
Pengendalian difokuskan pada wilayah-wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi agar proses tanam hingga panen tidak terganggu dan ketersediaan pangan daerah tetap terjaga.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, mengatakan perhatian utama saat ini diarahkan ke Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, yang dinilai rawan karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Sleman. Wilayah perbatasan tersebut selama ini dikenal memiliki populasi hama tikus cukup tinggi.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu kerusakan tanaman padi secara signifikan apabila tidak ditangani secara cepat dan terukur melalui pengawasan intensif di lapangan.
“Argomulyo itu berbatasan dengan Sleman yang memang banyak tikusnya. Nah di sana itu ada petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang akan menangani hama tikus,” ucap Joko, Selasa (20/1).
Meski Argomulyo menjadi prioritas utama, Joko menegaskan potensi serangan hama tikus tetap ada di sejumlah wilayah lain di Bantul. Namun, sejauh ini intensitasnya masih tergolong rendah dan belum bersifat meluas.
“Masih ada kalau hama tikus, dan tersebar di berbagai wilayah seperti Bantul dan Bambanglipuro. Tapi jumlahnya sedikit dan hanya beberapa titik saja,” ujarnya.
Selain pengendalian hama, DKPP Bantul juga menyiapkan langkah pendukung untuk menjaga produktivitas pertanian. Salah satunya melalui penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mempercepat proses pengolahan lahan setelah panen.
Dengan pemanfaatan alsintan, waktu jeda antara panen dan masa tanam berikutnya diharapkan dapat dipersingkat sehingga siklus tanam menjadi lebih efisien.
“Harapannya itu mempercepat pengolahan lahan sehingga jarak dari panen ke tanam berikutnya itu lebih pendek. Targetnya paling lama tiga pekan setelah panen harus sudah tanam lagi,” kata Joko.
DKPP Bantul berharap kombinasi pengendalian hama tikus secara intensif dan percepatan pengolahan lahan dapat menjaga keberlanjutan produksi padi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SLB Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, direvitalisasi Kemendikdasmen. DPRD Bantul mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Jadwal DAMRI Bandara YIA lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.