Kebakaran Lahan Bantul Melonjak, Wukirsari Tiga Kali Terbakar
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Foto ilustrasi kebun singkong. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Upaya memperkuat singkong sebagai komoditas pangan lokal di kawasan perbukitan Bantul terus dipacu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul melalui pembinaan terpadu dari budi daya hingga pengolahan pasca-panen, melibatkan kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai penggerak utama di tingkat desa.
Pembinaan ini menyasar wilayah-wilayah perbukitan yang selama ini menggantungkan hidup pada tanaman singkong, dengan fokus pada peningkatan kualitas bahan baku, keterampilan pengolahan, serta penguatan rantai pemasaran produk lokal.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, menyampaikan bahwa singkong dipilih karena menjadi tanaman andalan masyarakat di lahan kering. Dukungan pemerintah saat ini baru menyentuh pertanaman ketela rambat, sementara ketela singkong belum masuk dalam program bantuan.
“Untuk bahan baku lokal seperti singkong, kami melakukan pembinaan. Pemerintah juga sudah memberi dukungan untuk pertanaman ketela, tetapi baru ketela rambat. Kalau ketela singkong di Bantul belum,” kata Joko Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, persebaran singkong di Bantul terkonsentrasi di wilayah perbukitan, salah satunya kawasan Dlingo. Di daerah ini, singkong menjadi komoditas utama karena keterbatasan air dan jaringan irigasi yang membuat tanaman lain sulit berkembang.
“Di Bantul, singkong tersentral di wilayah perbukitan. Di sana juga berkembang berbagai pengolahan pasca-panen dari singkong,” ujarnya.
Pembinaan pasca-panen dijalankan melalui KWT yang beranggotakan ibu-ibu, dengan ragam produk seperti tiwul kering, tiwul basah, gatot, serta aneka olahan tradisional berbahan singkong. Sementara itu, aspek budi daya difokuskan pada kelompok tani agar kualitas dan kontinuitas bahan baku tetap terjaga.
“Kalau budi daya biasanya dilakukan kelompok tani, sedangkan pengolahan pasca-panen dikerjakan KWT,” jelasnya.
Untuk memperluas akses pasar, DKPP Bantul memfasilitasi pemasaran produk KWT melalui pasar tani yang rutin digelar setiap Selasa dan Rabu di halaman kantor dinas, menjadi etalase langsung bagi produk olahan singkong dari perbukitan.
“Pasar tani itu khusus menjual produk-produk KWT, termasuk olahan singkong,” katanya.
Joko menambahkan, respons masyarakat terhadap produk olahan singkong tergolong baik karena komoditas ini paling sesuai dengan karakter lahan perbukitan Bantul. Dalam praktiknya, petani kerap menerapkan pola tumpang sari dengan jagung atau kacang untuk menjaga produktivitas lahan yang minim irigasi, sehingga budi daya singkong tetap berkelanjutan sekaligus menopang ekonomi rumah tangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
PSIM Jogja merekrut Adrian Dalmau, eks pemain akademi Real Madrid yang diproyeksikan mempertajam lini depan pada musim 2026/2027.
Sekolah Rakyat Kulonprogo mulai beroperasi pada 31 Juli 2026 meski pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung.
PBB mencatat tingkat kelaparan global menurun pada 2025, tetapi target Nol Kelaparan 2030 masih menghadapi berbagai tantangan.
Investasi di Gunungkidul pada semester pertama 2026 mencapai Rp487,66 miliar atau 56,8% dari target investasi tahun ini.
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.