Reklame Ilegal di Kota Jogja Ditarget Hilang Awal 2027
Pemkot Jogja menargetkan seluruh reklame ilegal tuntas ditertibkan pada awal 2027. Satpol PP telah menertibkan 2.767 reklame insidental sepanjang 2026.
Ibu Hamil, Wanita Hamil, Kehamilan - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat angka kematian ibu (AKI) di wilayah tersebut mengalami penurunan pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Dinkes Bantul, kasus kematian ibu pada 2024 ada delapan kasus, lebih rendah dibandingkan dengan 2023 yang mencapai sembilan kasus.
Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Bantul, Siti Marlina mengungkapkan dari delapan kasus kematian ibu pada 2024, lima diantaranya disebabkan penyakit jantung yang dialami selama masa kehamilan.
Angka ini meningkat signifikan dibandingkan pada 2023 yang hanya mencatat satu kasus kematian ibu akibat penyakit jantung.
Selain itu, faktor lain yang menyebabkan kematian ibu meliputi pendarahan di otak dan penyakit penyerta lainnya. "Ibu hamil meninggal selama masa nifas, setelah bersalin. Tahun kemarin [2024] semua ibu hamil meninggal selama masa nifas setelah bersalin," ujar Marlina, Jumat (7/2/2025).
Marlina menambahkan seluruh kasus kematian ibu pada 2024 terjadi dalam masa nifas atau masa pemulihan setelah persalinan yang berlangsung sekitar 6-8 minggu. Beberapa kasus bahkan terjadi menjelang akhir masa nifas. "Kematian selama masa nifas disebabkan karena ada ibu hamil yang memiliki risiko preeklampsia, tetapi tidak terpantau dan tidak ada keluhan setelah melahirkan," jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, puskesmas dan kader posyandu telah melakukan pemantauan terhadap ibu hamil hingga 42 hari pasca melahirkan.
BACA JUGA: Angka Kematian Ibu di Sleman Meningkat, Calon Ibu Diingatkan Jangan Makan Junk Food
Namun, masih ada ibu yang mengalami masalah kesehatan tetapi tidak melaporkannya ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Oleh karena itu, Marlina menegaskan pentingnya kontrol rutin sebanyak empat kali selama masa nifas.
Untuk mencegah kematian ibu hamil, Marlina menyarankan agar pencegahan dilakukan sejak sebelum kehamilan. Calon ibu dengan penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes sebaiknya memastikan kondisi kesehatannya stabil sebelum merencanakan kehamilan.
Jika sudah hamil, ibu yang memiliki penyakit penyerta diharapkan segera memeriksakan diri ke fasyankes terdekat agar kondisi kesehatannya dapat terpantau dengan baik. "Untuk ibu hamil ada skrining oleh dokter puskesmas. Jika ibu hamil berisiko, mereka harus dirujuk ke rumah sakit dan melakukan kunjungan rutin untuk mengendalikan komorbid penyakit penyerta," tambahnya.
Dinkes Bantul juga terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan di setiap fasyankes untuk memastikan ibu hamil dengan penyakit penyerta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Harapannya, dengan upaya ini, angka kematian ibu di Bantul dapat terus menurun di tahun-tahun mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menargetkan seluruh reklame ilegal tuntas ditertibkan pada awal 2027. Satpol PP telah menertibkan 2.767 reklame insidental sepanjang 2026.
Harga emas Antam di Pegadaian turun Rp12.000 per gram pada Kamis 30 Juli 2026. Harga emas 1 gram kini Rp2.706.000, sementara buyback Rp2.406.000.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe lolos ke semifinal WTA 500 DC Open 2026 usai kalahkan wakil tuan rumah 6-3, 6-2. Modal menuju US Open!
Pemerintah menyiapkan uji coba penyaluran bansos melalui 900 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Skema ini diharapkan memudahkan akses penerima manfaat di desa
Indonesia meloloskan 10 wakil ke babak 16 besar Taipei Open 2026. Debut pasangan baru Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino juga berakhir manis dengan
Apple hampir sentuh kapitalisasi 5 triliun dolar AS (Rp90.000 T) di 2026, kalahkan Nvidia. Saham naik 25%, Tim Cook lengser. Simak strategi AI Apple!