Ekspor Cabai DIY Capai Rp749,9 Juta, Jepang Jadi Pasar Utama
Nilai ekspor cabai DIY mencapai Rp749,9 juta pada 2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025 meski frekuensi pengiriman menurun.
Ilustrasi investasi - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman mencatat realisasi investasi sepanjang 2024 menyentuh Rp2,29 triliun. Komposisi realisasi investasi tersebut didominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Sekretaris DPMPTSP Sleman, Triana Wahyuningsih mengatakan realisasi investasi tersebut pihaknya terima dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal RI. Kata dia komposisi PMDN lebih besar daripada penanaman modal asing (PMA).
Realisasi PMDN ada Rp2,03 triliun dan PMA Rp261, 23 miliar. Total capaian ini telah melebihi target yang BKPM tetapkan untuk Bumi Sembada sebesar Rp1,70 triliun.
“Kalau dipersentase, realisasinya menyentuh 134, 64 persen. Keberadaan Program Strategis Nasional Tol Jogja - Solo menyumbang sekitar Rp1 triliun,” kata Triana dihubungi, Jumat (7/2/2025).
Kata dia, realisasi investasi tersebut juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 13.895 tenaga kerja dengan sektor penyumbang realisasi investasi tertinggi mulai dari transportasi, gudang dan telekomunikasi, hotel dan restoran, industri, perdagangan dan reparasi, hotel dan restoran, serta jasa lainnya.
Realisasi investasi tersebut menjadi bukti nyata kontribusi pelaku usaha terhadap perkembangan perekonomian Indonesia, khususnya di Kabupaten Sleman.
Triana sempat menerangkan ada beberapa faktor yang membuat investasi di Sleman bertumbuh pesat. Dua di antaranya adalah stabilitas kondisi kewilayahan dan fasilitas kemudahan yang diberikan Pemkab Sleman.
Beberapa wujud kemudahan tersebut adalah pengurangan, keringanan atau pembebasan pajak daerah. Pemkab Sleman juga menyediakan data dan informasi peluang investasi, penyederhanaan data serta informasi peluang investasi.
Tidak hanya itu, calon investor kan mendapat penyederahaan dan percepatan pemberian izin hingga kemudahan proses sertifikasi dan standardisasi sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto mengatakan kestabilan wilayah memberi kepastian investor alam menanamkan modalnya di Bumi Sembada. Dia berharap pertumbuhan investasi beriringan dengan penyerapan tenaga kerja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nilai ekspor cabai DIY mencapai Rp749,9 juta pada 2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025 meski frekuensi pengiriman menurun.
Sebanyak 500 mahasiswa lolos Sleman Pintar 2026 dari 1.250 pendaftar. Danang Maharsa meminta penerima kuliah serius dan berprestasi.
243 reklame rokok ditemukan tak berizin dan tak bayar pajak di Kulonprogo. DPRD menyoroti potensi kebocoran PAD dari reklame.
Herlina Pakpahan meminta Srikandi Hanura turun langsung menyerap aspirasi perempuan melalui kaderisasi, pengabdian dan solidaritas.
Polda Metro Jaya mengungkap kronologi 49,85 ton kacang tanah ilegal asal India dari Pelabuhan Dumai hingga Jakarta Utara.
Wamen ATR Ossy Dermawan mengungkap arahan Nusron Wahid di tengah kasus suap HGB dan gratifikasi di lingkungan ATR/BPN.