Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Ilustrasi pupuk./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mencatat alokasi pupuk bersubsidi di 2025 mencapai 38.181 ton. Jumlah ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan dengan pagu di 2024 sebbanyak 21.139,13 ton.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan alokasi jatah untuk pupuk bersubsidi di Kabupaten Gunungkidul sudah bisa didapatkan oleh petani. Untuk tahun ini, ada kuota sebanyak 38.181 ton.
Jumlah itu, kata dia, terdiri dari pupuk jenis urea sebanyak 20.920 ton dan NPK atau phonska seberat 17.251 ton dan NPK formula khusus sebanyak 10 ton.
Dia membenarkan bahwa kuota yang disediakan tahun ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan pagu di 2024.
Penambahan kuota sebagai bentuk komitmen dari pemerintah untuk menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi dan terus mengupayakan agar kebutuhan petani tercukupi. Penyuluh pertanian siap membantu melakukan pendampingan terkait dengan penyaluran.
BACA JUGA: Petani di Sleman Kena Biaya Tambahan Saat Tebus Pupuk Bersubsidi, Begini Penjelasan Distributor
Ketua Taruna Tani Jaka Berek, Marsudi mengatakan, petani juga dapat mengakses pupuk subsidi lebih mudah karena bisa menggunakan dengan KTP. Kelompoknya juga telah mengakses pupuk urea dan NPK sejak 2023. “Mudah mengaksesnya, bisa pakai KTP tapi KTP tersebut sudah terdaftar di Simhultan [Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian],” kata Marsudi.
Meski begitu, ia tidak menampik kelompoknya yang mewadahi petani muda juga memiliki kendala dalam menebus pupuk subsidi. Kata dia, kurangnya modal kelompok kadang menjadi salah satu kendalan untuk penebusan. “Ya kalau petani yang sudah sepuh-sepuh kadang tidak ada pembukuan. Jadi tidak saving budget. Beda kalau skalanya buat usaha,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 23 September 2026, kompak turun untuk Antam, Galeri 24 dan UBS. Simak harga jual dan buyback.
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.