5 Mahasiswa UGM Dipukuli saat Demo di Simpang Gramedia Jogja, Begini Kondisinya
Lima mahasiswa UGM diduga menjadi korban kekerasan saat aksi demonstrasi di Jogja dan sempat dirawat di RS Panti Rapih.
Ambulans berjejer di posko yang didirikan di Klinik Islam Tempel H.M. Sosromiharjo pada Minggu (9/2/2025)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Ratusan warga diduga keracunan seusai menyantap hidangan di sebuah hajatan di Kapanewon Tempel.
Kepala Puskesmas Tempel 1, Diana Kusumawati menjelaskan hingga sekitar 16.00 WIB total ada 130 warga yang menunjukkan gejala keracunan. Dari jumlah tersebut hanya 38 orang yang tidak dirujuk ke rumah sakit.
Sebanyak 92 orang sempat menjalani pemeriksaan di rumah sakit, sebelum akhirnya banyak dari di antaranya yang dipulangkan.
Tercatat hanya enam warga yang menjalani rawat inap di rumah sakit. "Jadi enam yang sudah dirawat. Terus ini beberapa kami barusan kami masukkan dua. Dua yang di posko yang diinfus di posko," kata Diana ditemui di posko yang terletak di Klinik Islam Tempel H.M. Sosromiharjo, Minggu (9/2/2025).
Warga diduga keracunan hidangan yang disuguhkan saat hajatan. Warga yang menunjukkan gejala keracunan merupakan warga yang mendatangi acara yang sama. "Acaranya sama. Cuma kalau tamunya kan ada beberapa bukan hanya dari sini saja. Ada yang dari Muntilan, ada keluarga dari pihak hajatan juga ada," imbuhnya.
Di sisi lain Diana menegaskan bila sejumlah makanan yang disuguhkan telah diambil sampelnya untuk diperiksa. Siomay hingga es krim diambil sampelnya. "Sampel yang diambil itu bakso, satai, siomay, es krim dan krecek. Sementara yang diambil itu, karena kecurigaannya ke arah sana," jelasnya.
"Kalau untuk minuman-minuman, itu karena sudah dari makanan dan kedaluwarsa memang masih lama, jadi tidak diambil untuk sampel," tegasnya
Sementara itu beberapa warga dipulangkan dari rumah sakit tetap dianjurkan singgah di posko untuk asesmen. Pasalnya meski sudah diperbolehkan pulang, beberapa warga masih menunjukkan kondisi lemas.
"Penanganannya ini kan beberapa yang tadi ke RSUD itu pulang, tetapi kondisinya kan masih lemas. Jadi sementara tetap kami arahkan ke posko dulu, tetap kami asesmen di posko," ucap dia.
"Kami infus di sini saja. Infus di sini, bisa di posko, bisa di puskesmas. Jadi biar nanti beban di rumah sakit tidak terlalu banyak. Takutnya di sana juga sudah penuh.”
Diare
Diana menerangkan kebanyakan warga menunjukkan gejala diare dan demam. "Diare sama demam yang paling banyak. Karena diare itu jadinya lemas," tandasnya.
Kepada warga yang tidak menjalani rawat inap, mereka diberikan obat untuk diminum. Warga juga disarankan tidak mengonsumsi makanan pedas dan justru memakan makanan yang lunak. "Sementara pengobatan yang diminum dulu, terus untuk makanannya yang disarankan tetap yang lunak, yang mudah dicerna Tidak boleh yang pedas dan sebagainya," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima mahasiswa UGM diduga menjadi korban kekerasan saat aksi demonstrasi di Jogja dan sempat dirawat di RS Panti Rapih.
Asal usul Anak Krakatau berawal dari letusan dahsyat Krakatau 1883. Simak sejarah Krakatau lama hingga kemunculan Anak Krakatau.
Pakar mengingatkan risiko abu vulkanis bagi penderita asma dan PPOK. Masker N95 dan stok obat disarankan untuk mengurangi risiko serangan.
Prabowo memerintahkan bantuan beras untuk 33,2 juta keluarga desil 1-4 dilanjutkan pada Oktober, November, dan Desember 2026.
BMKG mengingatkan nelayan dan operator kapal mewaspadai gelombang hingga 4 meter pada 8-11 September 2026.
BNPB telah memverifikasi 51.591 rumah terdampak gempa M7,7 Flores. Sebanyak 2.382 rumah tercatat rusak berat.