DPRD Bantul Wanti-wanti Retribusi Parangtritis Jangan Turunkan PAD
DPRD Bantul ingatkan pengelolaan retribusi Parangtritis oleh kalurahan harus optimal agar tidak menurunkan PAD sektor pariwisata.
Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Yuswanto Ardi memberikan keterangan kepada wartawan pada Kamis (13/2/2025) di Kompleks Kepatihan, Pemda DIY. (Email)
Harianjogja.com, JOGJA – Menjelang bulan Ramadan, Direktorat Lalu Lintas Polda DIY memperketat pengawasan di berbagai titik rawan balap liar yang kerap menjadi lokasi aksi ugal-ugalan para remaja.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama saat malam hari yang sering dimanfaatkan sebagai ajang kebut-kebutan.
Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Yuswanto Ardi mengungkapkan, pihaknya telah mengumpulkan data dari jajaran Polres terkait lokasi-lokasi yang sering dijadikan arena balap liar. "Kami sudah menghimpun data dari polres jajaran terkait dengan lokasi atau titik mana yang rawan terjadi balapan liar ini," ujarnya, Kamis (14/2/2025).
BACA JUGA: Jadi Korban Tes Awal MotoGP 2025, 3 Pembalap Ini Alami Patah Tulang
Berbeda dari sebelumnya, pengamanan kini tidak hanya dilakukan pada malam libur, tetapi setiap malam. Polda DIY mengerahkan personel untuk patroli rutin di lokasi-lokasi rawan, baik dari satuan lalu lintas maupun satuan samapta. “Sekarang tidak hanya malam libur saja, tetapi juga setiap malam. Dan tidak hanya fungsi lalu lintas, tetapi juga fungsi dari satuan samapta yang ikut melakukan patroli,” tambah Kombes Yuswanto.
Selain itu, upaya pencegahan juga dilakukan dengan menggandeng para tokoh masyarakat setempat, termasuk para dukuh, agar turut menjaga warganya, terutama anak-anak muda, dari aktivitas yang berbahaya ini. "Kami mengkomunikasikan dengan para dukuh supaya ikut menjaga warganya, terutama anak-anak, agar tidak sembarangan menggunakan kendaraan bermotor," katanya.
Dari hasil pemetaan, Ring Road Utara menjadi lokasi paling sering digunakan sebagai arena balap liar. “Titiknya itu berarti Ring Road Utara yang paling kerap,” ujar Kombes Yuswanto. Faktor utama yang membuat kawasan ini menjadi favorit para pelaku balap liar adalah banyaknya daya tarik bagi anak muda di sekitar lokasi.
Selain Ring Road Utara, ada beberapa titik lain yang juga menjadi perhatian pihak kepolisian, antara lain di Congot, Rongkop, serta Mayamu. Lokasi-lokasi ini mengalami peningkatan aktivitas balap liar, sehingga pengawasan pun diperketat.
Kombes Pol Yuswanto menegaskan strategi penanganan balap liar dilakukan dalam dua pendekatan utama, yaitu pendekatan sosial melalui komunikasi dengan masyarakat serta pendekatan preventif dengan meningkatkan penjagaan di lapangan. "Secara preentif pemeriksaan sosial kami lakukan, secara preventif penjagaan di lapangan juga kami tingkatkan," jelasnya.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat menekan angka balap liar serta mencegah potensi kecelakaan yang dapat membahayakan para pelaku maupun pengguna jalan lainnya. Polda DIY mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih mengawasi anak-anak mereka dalam menggunakan kendaraan bermotor, demi keselamatan bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul ingatkan pengelolaan retribusi Parangtritis oleh kalurahan harus optimal agar tidak menurunkan PAD sektor pariwisata.
Kemenag buka Kompetisi Film Pendek Islami 2026 bertema keluarga sakinah. Daftar hingga 31 Juli, hadiah jutaan rupiah.
Eksekusi eks Hotel Sultan di GBK ricuh. Massa lempar petugas, aparat turunkan water canon untuk kendalikan situasi.
Ini 4 minuman sehat sebelum tidur yang bantu jaga gula darah tetap stabil. Cocok untuk hindari lonjakan gula di malam hari.
Pria asal Magelang ditangkap usai tipu jual beli sapi di Bantul. Sapi dibawa tanpa pelunasan, lalu dijual lagi.
Kenali tanda kelelahan mental seperti sulit fokus hingga mudah lelah. Jangan abaikan, ini cara tubuh minta istirahat.