Top Ten News Harianjogja.com Edisi Rabu 20 Mei 2026
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Pemasaran UII Profesor Anas Hidayat. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Krisis etika yang terjadi di Indonesia bisa berdampak terhadap perilaku bisnis. Aktivitas bisnis menjadi tidak sehat. Oleh karena itu perlu ada solusi pendidikan dalam upaya menghasilkan generasi yang beretika.
Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Pemasaran UII Profesor Anas Hidayat mengatakan persoalan etika ini semakin miris di tengah masyarakat, karena konsekuensinya semakin banyak ketidakadilan dipertontonkan. Fakta empiris menujukkan dinamika ekonomi kapitalis telah meningkatkan kesenjangan antara perusahaan besar dan pelaku bisnis kecil.
Perusahaan multinasional atau saat ini populer istilah oligarki sering kali memiliki keunggulan besar dalam hal sumber daya dan pengaruh, memungkinkan mereka mendominasi pasar dan memperburuk ketimpangan ekonomi. Dalam konteks ini, muncul dilema etis terkait distribusi kekayaan.
BACAJUGA : Mengenal Teori Indeks Lipstik dan Ramalan Resesi Ekonom
"Perusahaan besar mestinya dapat memainkan peran dalam menciptakan ekonomi yang lebih inklusif tanpa mengorbankan daya saing mereka. Akhirnya muncul moral dilema, maukah mereka memberikan manfaat merata kepada berbagai kelompok masyarakat tanpa mengurangi daya saing perusahaan di pasar? Karena bisnis kapitalistik sangat oportunis, praktik korupsi tetap menjadi tantangan serius di banyak negara termasuk Indonesia, terutama dalam interaksi antara sektor swasta dan publik," katanya dalam pidato pengukuhan guru besar di UII, Selasa (11/2/2025).
Ia menambahkan perusahaan sering kali dihadapkan pada tekanan untuk terlibat dalam praktik tidak etis, seperti suap, demi memenangkan kontrak atau mengamankan izin. Tantangan ini menimbulkan pertanyaan penting akan sangat sulit perusahaan dapat memastikan transparansi dalam tata kelola mereka di lingkungan yang secara sistemik tidak mendukung
integritas.
"Sehingga ada anekdot di tengah masyarakat: jujur ajur, sebuah istilah ini pernah ditulis oleh Ronggowarsito dalam tulisannya yang disebut Ramalan Ronggowarsito, yang ditulis berdasarkan pengalaman dan kenyataan sosial politik yang terjadi saat itu. Mungkinkah ramalan ini sudah terjadi saat ini? ," ucapnya.
Dalam kondisi ini, lanjutnya, pendidikan seharusnya menjadi penjaga nilai, mencetak insan manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga beradab, bermoral dan mampu menjadi teladan bagi masyarakat. Sebagai solusi, banyak pihak melihat pendidikan barat sebagai model yang perlu diadopsi.
Harus diakui, strategi pendidikan Barat memiliki keunggulan dalam membangun kemampuan berpikir kritis, kemandirian, dan pengambilan keputusan yang matang. Meski ada perbedaan mendasar antara nilai-nilai barat dan timur. Budaya barat yang berorientasi pada individualisme, kompetisi, dan rasionalitas sering kali berbenturan dengan budaya timur yang
menekankan kolektivisme, keteladanan, dan spiritualitas.
BACA JUGA : Anggota DPR Rieke Diah Pitaloka Minta Rencana Kenaikan PPN 12 Persen Dibatalkan
"Perbedaan ini bukanlah hambatan, tetapi justru peluang untuk menciptakan pendidikan yang mengintegrasikan keunggulan keduanya. Strategi pendidikan Barat yang menekankan kemampuan berpikir kritis, inovatif, dan eksploratif, dapat diselaraskan dengan nilai-nilai Timur yang berbasis adab, kebijaksanaan, dan spiritualitas. Pendidikan adalah kunci untuk membangun peradaban yang beradab," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan tren fesyen modern, kelestarian kain wastra Nusantara justru menemukan napas baru lewat tangan-tangan kreatif
Debut Janice Tjen di Roland Garros langsung berat, menghadapi Emma Navarro di babak awal Grand Slam Paris.