Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen pada 2026 dengan mengakselerasi sektor-sektor unggulan yang dinilai mampu mendorong pergerakan ekonomi daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) DIY, Danang Setiadi, menyebut sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan jasa pendidikan menjadi fokus utama untuk mendongkrak pertumbuhan. “Secara operasional, kegiatan yang dapat mendatangkan pergerakan wisatawan ke DIY terus didorong, misalnya dengan bekerjasama dengan pelaku wisata untuk mengembangkan paket-paket wisata yang senantiasa berkembang setiap periode,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Selain pariwisata, sektor pertanian juga tetap diperkuat setelah mencatat kinerja positif pada 2025. Pemerintah mendorong hilirisasi dan penguatan ketahanan pangan agar struktur ekonomi lebih seimbang.
“Pemda DIY mencoba memanfaatkan peluang dari program nasional seperti MBG [Makan Bergizi Gratis] untuk meningkatkan kinerja rantai pasok pertanian lokal sehingga bisa memberikan nilai tambah tinggi bagi daerah,” katanya.
Dari sisi investasi, Pemda DIY berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui kemudahan perizinan, kepastian berusaha, hingga pengembangan proyek strategis yang menarik minat swasta. Langkah ini diharapkan mampu memicu pergerakan ekonomi secara lebih luas.
Sementara itu, belanja pemerintah juga diarahkan menjadi stimulus ekonomi dengan mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan. Fokus belanja diarahkan pada penggunaan produk barang dan jasa lokal untuk memperkuat perputaran ekonomi di daerah.
Pengendalian program dilakukan secara berkala melalui rapat koordinasi triwulanan yang dipimpin Sri Sultan Hamengku Buwono X. Upaya ini mencakup optimalisasi belanja APBD yang pro-pertumbuhan, penguatan sektor unggulan, peningkatan investasi, hingga pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat.
Sebelumnya, Gubernur DIY menyampaikan bahwa pada triwulan IV 2025, ekonomi DIY tumbuh 5,94 persen secara tahunan, menjadi capaian tertinggi di Pulau Jawa meski terjadi efisiensi anggaran.
“Meski anggaran belanja menurun, dengan fokus pada anggaran yang dimiliki baik pemerintah daerah maupun kabupaten/kota, pertumbuhan ekonomi DIY tahun 2026 dapat tembus 6 persen,” ungkapnya.
Dengan kombinasi penguatan sektor unggulan, peningkatan investasi, serta akselerasi belanja daerah, Pemda DIY optimistis target pertumbuhan ekonomi tersebut dapat tercapai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan