Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen pada 2026 dengan mengakselerasi sektor-sektor unggulan yang dinilai mampu mendorong pergerakan ekonomi daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) DIY, Danang Setiadi, menyebut sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan jasa pendidikan menjadi fokus utama untuk mendongkrak pertumbuhan. “Secara operasional, kegiatan yang dapat mendatangkan pergerakan wisatawan ke DIY terus didorong, misalnya dengan bekerjasama dengan pelaku wisata untuk mengembangkan paket-paket wisata yang senantiasa berkembang setiap periode,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Selain pariwisata, sektor pertanian juga tetap diperkuat setelah mencatat kinerja positif pada 2025. Pemerintah mendorong hilirisasi dan penguatan ketahanan pangan agar struktur ekonomi lebih seimbang.
“Pemda DIY mencoba memanfaatkan peluang dari program nasional seperti MBG [Makan Bergizi Gratis] untuk meningkatkan kinerja rantai pasok pertanian lokal sehingga bisa memberikan nilai tambah tinggi bagi daerah,” katanya.
Dari sisi investasi, Pemda DIY berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui kemudahan perizinan, kepastian berusaha, hingga pengembangan proyek strategis yang menarik minat swasta. Langkah ini diharapkan mampu memicu pergerakan ekonomi secara lebih luas.
Sementara itu, belanja pemerintah juga diarahkan menjadi stimulus ekonomi dengan mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan. Fokus belanja diarahkan pada penggunaan produk barang dan jasa lokal untuk memperkuat perputaran ekonomi di daerah.
Pengendalian program dilakukan secara berkala melalui rapat koordinasi triwulanan yang dipimpin Sri Sultan Hamengku Buwono X. Upaya ini mencakup optimalisasi belanja APBD yang pro-pertumbuhan, penguatan sektor unggulan, peningkatan investasi, hingga pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat.
Sebelumnya, Gubernur DIY menyampaikan bahwa pada triwulan IV 2025, ekonomi DIY tumbuh 5,94 persen secara tahunan, menjadi capaian tertinggi di Pulau Jawa meski terjadi efisiensi anggaran.
“Meski anggaran belanja menurun, dengan fokus pada anggaran yang dimiliki baik pemerintah daerah maupun kabupaten/kota, pertumbuhan ekonomi DIY tahun 2026 dapat tembus 6 persen,” ungkapnya.
Dengan kombinasi penguatan sektor unggulan, peningkatan investasi, serta akselerasi belanja daerah, Pemda DIY optimistis target pertumbuhan ekonomi tersebut dapat tercapai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 16 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 15 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.
Pengalaman tumbuh dalam keluarga ekonomi terbatas dapat membentuk kebiasaan finansial hingga dewasa. Simak 8 kebiasaan yang sering terbawa.
KOTAK resmi menjadi band independen setelah 18 tahun bersama label rekaman. Single YOLO menjadi simbol kebebasan kreatif dan era baru mereka.