Pilur Serentak Bantul Masuk Tahap Penetapan Calon, 24 Lurah Petahana Ajukan Cuti
Pilur serentak Bantul memasuki tahap penetapan calon. Sebanyak 24 lurah petahana telah mengajukan cuti untuk kembali mencalonkan diri.
Sejumlah murid menikmati menu yang disajikan dalam program MBG di SMKN 4 Jogja pada Senin (17/2/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com JOGJA—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar resmi dimulai perdana di SMKN 4 Jogja, Senin (17/2/2025). Kepala Disdikpora DIY, Suhirman mengatakan program ini akan dilakukan secara bertahap ke sekolah-sekolah lain di wilayah setempat.
Suhirman menjelaskan, waktu makan ditetapkan pukul 09.00 WIB, menyesuaikan dengan kondisi siswa yang belum sempat sarapan di rumah. "Ya, ini nanti bertahap. Untuk tahap awal kami mulai di SMKN 4 dulu, nanti dievaluasi dan dikembangkan ke sekolah lain," ujarnya.
Evaluasi yang dimaksud bukan hanya dari pihak penyelenggara, tetapi juga melibatkan masukan dari siswa terkait variasi menu. Untuk memastikan program berjalan lancar, lokasi sekolah yang dipilih untuk implementasi tahap awal adalah yang dekat dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar distribusi makanan tetap segar.
Kepala Sekolah SMKN 4 Jogja, Nurlatifah Hidayati mengungkapkan, program ini berjalan lancar di hari pertama. Sebanyak 640 paket makan telah dibagikan kepada siswa kelas 10. "Alhamdulillah, semua sudah lengkap. Ada lauk, buah, sayur, dan nasi. Anak-anak juga merasa porsinya pas dan tidak kurang," katanya.
Meski demikian, pihak sekolah tetap membuka ruang untuk evaluasi. Beberapa siswa mengusulkan agar menu lebih bervariasi agar tidak membosankan. "Mungkin nanti bisa ada nasi uduk atau variasi lainnya, begitu juga dengan lauk dan sayurnya," tambah Nurlatifah.
Dengan adanya program MBG, siswa diharapkan tidak perlu lagi membawa bekal atau membeli makanan di kantin untuk sarapan. Namun, kantin sekolah tetap buka untuk menyediakan jajanan ringan. "Sarapan itu pagi, sementara anak-anak belajar sampai sore. Biasanya mereka jajan dua kali, jadi kantin tetap bisa beroperasi dengan menu berbeda," jelas Nurlatifah.
Menariknya, SMKN 4 juga menerapkan aturan khusus terkait penggunaan wadah makan. Siswa wajib mengembalikan nampan setelah makan agar tetap tertib dan disiplin. "Ini bukan aturan dari badan gizi, tapi kami di sekolah yang mengkondisikan agar anak-anak belajar disiplin dan menjaga kebersihan," katanya.
Setelah berjalan di SMKN 4, program ini rencananya akan diperluas ke sekolah lain yang dekat dengan SPPG, seperti SMKN 5 Jogja. Dalam waktu dekat, jumlah penerima manfaat di SMKN 4 juga akan bertambah menjadi 1.200 siswa.
Salah satu siswa, Reta, dari kelas 10 Kuliner 2, mengaku senang mendapatkan makan bergizi gratis. "Enak dan bergizi. Ada buncis, tahu bacem, ayam goreng, dan pisang menunya," katanya. Ia juga berharap menu yang diterima ke depan bisa lebih bervariasi, seperti adanya tambahan susu atau menu khas seperti rendang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Bantul memasuki tahap penetapan calon. Sebanyak 24 lurah petahana telah mengajukan cuti untuk kembali mencalonkan diri.
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Pemda DIY menjajaki kerja sama dengan Spanyol di bidang ekraf, pariwisata, film, budaya, dan olahraga, termasuk promosi wisata Jogja.
Joanna Wietrzyk minta maaf setelah viral buang air besar saat lomba Hyrox di Beijing. Ia mundur secara retroaktif dan melepaskan poin kemenangannya.
Panpel Persija dilarang menggelar dua laga kandang di DKI, Banten, dan Jabar serta didenda Rp40 juta usai laga kontra Persib.
Gelaran Borobudur Indonesia Expo 2026 di Alun-Alun Kota Magelang pada 17-20 September 2026 diharapkan mampu menjadi pengungkit perekonomian daerah setempat