Liburan ke Pantai Bantul Makin Murah, Retribusi Dipangkas Jadi Rp5.000
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Foto ilustrasi. Potret pembangunan Tol Jogja-Solo segmen Klaten-Prambanan di Gerbang Tol Prambanan pada Sabtu (30/11/2024)./Harian Jogja - Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA–Dinas Perhubungan (Dishub) DIY menyoroti potensi kepadatan lalu lintas di kawasan Kalasan, Sleman, yang akan menjadi exit toll Jogja-Solo. Langkah antisipatif mulai dipersiapkan, terutama dalam menghadapi lonjakan kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran mendatang.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dishub DIY, Sumariyoto mengatakan, pihaknya telah melakukan inspeksi langsung ke lapangan bersama kontraktor tol untuk memastikan kesiapan jalur serta strategi rekayasa lalu lintas.
Dari hasil tinjauan tersebut, dipastikan bahwa jalur di sekitar Tamanmartani, Sleman, akan menjadi salah satu titik krusial yang mendapatkan perhatian khusus dalam pengelolaan arus kendaraan.
“Kami akan mengarahkan pemantauan ke titik-titik strategis, termasuk perempatan yang berpotensi menjadi titik kepadatan kendaraan,” ujar Sumariyoto, Selasa (25/1/2025).
Kawasan Kalasan, yang nantinya akan menjadi salah satu pintu keluar utama tol Jogja-Solo, diprediksi mengalami lonjakan volume kendaraan secara signifikan. Keberadaan exit toll ini akan membawa dampak terhadap jalur-jalur di sekitarnya, terutama pada ruas jalan yang terhubung langsung ke pusat kota Jogja dan wilayah sekitarnya.
Dishub DIY bersama pihak terkait telah mengidentifikasi beberapa titik rawan kepadatan, termasuk perempatan besar yang menjadi simpul lalu lintas utama. Pengaturan arus kendaraan, sistem satu arah, serta optimalisasi lampu lalu lintas akan menjadi langkah utama dalam mengurai potensi kemacetan.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya untuk memastikan lalu lintas tetap lancar, terutama pada jam-jam puncak,” kata Sumariyoto.
Selain itu, petugas lapangan akan disiagakan di titik-titik strategis guna memberikan respons cepat jika terjadi kepadatan yang tidak terduga.
Dishub DIY juga berencana memasang rambu-rambu penunjuk arah dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar pengguna jalan memahami pola rekayasa lalu lintas yang diterapkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi terkait arus lalu lintas dan rekayasa jalan yang diberlakukan. Dengan begitu, perjalanan selama masa Lebaran bisa lebih lancar dan aman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.