Jadwal KA Bandara YIA Senin 7 September 2026, Cek Lengkap
Jadwal KA Bandara YIA Senin 7 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap dari pagi hingga malam.
Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan saat membuka Muscab X Gapensi Kota Jogja, Selasa (25/2/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sektor konstruksi menjadi salah satu yang terkena dampak efisiensi. Gabungan Pelaksana Konstruksi (Gapensi) DIY mengklaim ada ribuan pekerja atauh buruh lapangan yang berpotensi kehilangan pekerjaan akibat kebijakan tersebut.
Meski demikian para pelaku usaha berusaha memutar otak agar tetap bisa bertahan. Mulai dari tidak selalu mengandalkan proyek pemerintah hingga beralih profesi.
Ketua Gapensi DIY Zuharsono Azhari mengatakan pengusaha kontruksi memiliki pengalaman pahit terutama saat Covid-19. Di mana banyak refokusing anggaran skala besar bidang infrastruktur dan terdampak secara langsung. Oleh karena itu selalu berusaha tidak mengandalkan proyek pemerintah, termasuk dalam merespons efisiensi anggaran yang digulirkan pemerintah saat ini.
"Ketika Covid-19 itu sebenarnya jumlahya sudah menurun karena terdampak, tidak ada pekerjaan. Bagaimana dengan kondisi saat ini? Tentu kami berusaha memotivasi anggota agar terus bangkit mencari peluang lain di luar pemerintahan," katanya kepada wartawan di sela-sela Musyawarah Cabang Gapensi Kota Jogja, Selasa (25/2/2025).
BACA JUGA : Ikuti Arahan Pusat soal Efisiensi Anggaran, Dana BOS Madrasah di Gunungkidul Jadi Korban
Ia mengklaim akibat efisiensi anggaran saat ini, sejak awal 2025 terjadi sejumlah pembatalan proyek. Bahkan ketika akan memasuki bulan ketiga di 2025, menurutnya banyak pelaku usaha yang belum mendapatkan pekerjaan. Pekerjaan yang digarap di awal 2025 sebagian besar merupakan proyek multiyars. Beberapa pelaku usaha ada yang beralih profesi ke sektor bisnis lain.
"Ada yang membuka warung makan, buka toko, kalau sudah punya fasilitas, mereka mengelola kos-kosan. Prinsipnya tidak mengandalkan pemerintah," ucapnya.
Zuharsono menggambarkan, ada ribuan pekerja lapangan yang berpotensi kehilangan pekerjaan. Ia mencontohkan pada usaha miliknya, setiap pekerjaan melibatkan sebanyak 200 pekerja lapangan. Akan tetapi, praktis saat ini terhenti karena tidak mendapatkan proyek.
"Kalau dihitung bisa ribuan pekerja lapangan terdampak. Di saya saja sekitar 200-an orang lapangan yang saat ini tidak bekerja, belum termasuk yang di kantor, padahal jumlah di DIY ada sekitar 300-an pelaku usaha konstruksi," katanya.
Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan yang hadir dalam Muscab tersebut mengakui dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak signifikan. Akan tetapi ia memastikan proyek pembangunan fisik dari Pemkot Jogja tetap ada pada tahun ini. Oleh sebab itu diharapkan Gapensi Kota Jogja tetap semangat dan bersinergi mendukung pembangunan Pemkot Jogja.
BACA JUGA : Efisiensi Anggaran Danais, Pemda DIY Sesuaikan dengan Arahan Pusat
"Tetap ada [pembangunan fisik], tetapi mengedepanka skala prioritas. Jadi kita tetap semangat. Pak Hasto [Wali Kota Jogja] dan Saya akan lebih mendekatkan ke semua asosiasi untuk sinergi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 7 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap dari pagi hingga malam.
Enam Jembatan Garuda telah selesai dibangun di Gunungkidul. Infrastruktur ini disiapkan untuk memperkuat akses warga, terutama saat musim hujan.
Persib Bandung masih dibayangi rekor tanpa kemenangan di kandang Persija Jakarta sejak 1986 dalam pertandingan kompetisi resmi.
Pakar UGM menjelaskan erupsi Gunung Sinabung diduga bertipe freatik yang sulit diprediksi dan dapat terjadi tanpa tanda kegempaan signifikan.
India lolos ke perempat final AVC 2026 setelah unggul rasio poin atas Bahrain. Simak jadwal lengkap perempat final dan hasil fase grup.
Sebanyak 5.236 UMKM Bantul telah memanfaatkan platform digital untuk berjualan. DKUKMPP Bantul terus mendorong digitalisasi dan literasi usaha.