Gunungkidul Bidik Pengurangan Sampah Organik hingga 40 Persen
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.
Suasana pelantikan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI DIY di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Jogja, Rabu (26/2/2025). Dok. Ist.)
Harianjogja.com, JOGJA—Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) DIY didorong untuk menjadi pelopor dalam mengadopsi teknologi dan inovasi digital guna meningkatkan daya saing di era ekonomi modern. Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan bagi para pengusaha muda agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan global.
Demikian disampaikan oleh Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono dalam pelantikan Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI DIY di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Jogja, Rabu (26/2/2025).
Beny mengatakan, transformasi digital dan pergeseran ekosistem bisnis menuntut para pengusaha muda untuk terus beradaptasi dan memanfaatkan peluang secara inovatif.
BACA JUGA : Hanya Ada Calon Tunggal, Pemilihan Ketua Hipmi DIY di Musda XVI Digelar Aklamasi
"Perubahan perilaku konsumen dan tren pasar yang dinamis harus menjadi perhatian utama. HIPMI DIY perlu terus membangun jejaring, melakukan riset pasar, serta mendorong anggotanya untuk selalu kreatif dalam menciptakan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan zaman," ujar Beny.
Ia juga berharap HIPMI DIY dapat menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas lainnya. Menurutnya, organisasi ini harus menjadi wadah yang mampu meningkatkan kompetensi dan wawasan pengusaha muda ke tingkat global.
"Saya berharap HIPMI DIY dapat membangun kualitas SDM, mengembangkan akses pasar internasional, serta membangun jiwa kepemimpinan yang visioner. Dengan itu, saya yakin pengusaha muda Yogyakarta mampu bersaing di kancah nasional maupun global," imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Ekawati Rahayu Putri resmi dilantik sebagai Ketua Umum BPD HIPMI DIY periode 2025-2028. Dalam sambutannya, Ekawati menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan mengembangkan program-program yang telah dirintis sebelumnya serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak.
"Sebagai Ketua Umum, saya berkomitmen untuk melanjutkan dan menyempurnakan program yang telah dijalankan pengurus sebelumnya. Kami juga ingin memperkuat hubungan dengan pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta agar menciptakan lebih banyak peluang bagi anggota HIPMI DIY dalam berkarir dan berwirausaha," kata Ekawati.
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat HIPMI, Akbar Himawan Buchari, turut mengajak seluruh pengurus dan anggota HIPMI DIY untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan dunia usaha dalam membangun perekonomian daerah.
"Ke depan, kita harus bergandengan tangan dengan pemerintah provinsi DIY, akademisi, dan dunia swasta untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah. HIPMI memiliki visi mencetak pengusaha baru dan meningkatkan daya saing UMKM agar naik kelas. Ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat, seperti kedaulatan pangan dan energi, hilirisasi industri, serta gizi gratis," jelas Akbar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.