Sleman 110 Tahun: Merawat Tradisi, Memanen Prestasi
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia
para dosen dari Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (FTI UAD) menginisiasi kegiatan pelatihan berbasis komunitas untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan sampah domestik./Istimewa
Dengan produksi sampah mencapai 65 ton per hari, masyarakat di Khu Khot Municipality, Thailand menghadapi tantangan signifikan dalam pengelolaan limbah. Tanpa fasilitas pembuangan limbah khusus, sampah kota dikirim ke Bang Sai Recycle Limited Partnership dengan biaya tinggi sebesar 700 baht per perjalanan.
Mengetahui pentingnya pengelolaan limbah yang lebih efisien, para dosen dari Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (FTI UAD) menginisiasi kegiatan pelatihan berbasis komunitas untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan sampah domestik.
Program ini adalah komponen dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional yang bertujuan untuk memperkenalkan teknologi yang tepat guna dalam pengelolaan sampah organik dan anorganik.
Tim pelaksana pengabdian terdiri dari Dosen Fakultas Teknologi Industri UAD yang terlibat yaitu Agus Aktawan, S.T., M.Eng. sebagai ketua, Aster Rahayu, S.Si., M.Si., Ph.D., Dr. Dhias Cahya Hakika, S.T., M.Sc., dan Dr. Eng. Muhammad Kunta Biddinika, S.T., M.Eng. Kegiatan ini dilaksanakan pada 16 Desember 2024 dengan melibatkan mahasiswa dari Program Studi Teknik Kimia UAD.
Program pelatihan yang diselenggarakan meliputi tiga aspek utama, yaitu: Workshop Pemisahan Sampah dan Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle); Pelatihan dan Demonstrasi Pembuatan Kompos; serta Kampanye Edukasi mengenai Zero Waste.
Melalui pendekatan holistik yang berlandaskan riset multidisiplin, program ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret terhadap tantangan pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
Aktivitas ini ditujukan kepada komunitas di Khu Khot Municipality yang terdiri dari 152 rumah dengan total populasi 507 individu.
Masalah utama yang dihadapi masyarakat mencakup kurangnya pemahaman mengenai pemilahan sampah, kebutuhan akan pelatihan pembuatan kompos, serta rendahnya kampanye edukasi tentang pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi praktis bagi masyarakat Khu Khot dalam mengelola limbah domestik baik organik maupun anorganik ini secara berkelanjutan dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Khu Khot Municipality.
Selain itu, masyarakat dapat memahami pentingnya pemilahan, pengolahan, dan daur ulang limbah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Kegiatan ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UAD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini tersedia dari pagi hingga malam, rute langsung Tugu ke YIA tanpa transit.
Polda NTB meningkatkan kasus dugaan eksploitasi seksual WNA asal Selandia Baru ke tahap penyidikan usai laporan tiga korban lokal.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.