Pria Bantul Bakar Rumah Orang Tua Gara-gara Tak Diberi Rp15 Juta
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DIY, GKBRAA Paku Alam (dua kiri) menunjukkan jersi yang nantinya akan digunakan dalam event Mbok Mlayu 2025, Kamis (27/2/2025)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Masalah kesehatan mental terutama bagi kaum perempuan belakangan banyak ditemukan dan menjadi masalah yang cukup serius. Faktornya bisa beragam mulai dari ekonomi, sosial maupun budaya yang menjadikan tantangan untuk mengatasinya.
Tim Penggerak Pembina Kesehatan Keluarga (PKK) DIY melihat fenomena ini harus diatasi salah satunya dengan Festival Mbok Mlayu 2025, ajang lari dan kegiatan bertema perempuan yang akan digelar pada 18-20 April 2025.
Acara ini menargetkan lebih dari 600 peserta dari seluruh Indonesia, dengan misi utama meningkatkan kesehatan mental dan fisik perempuan melalui interaksi sosial dan gaya hidup sehat. "Banyak perempuan mengalami masalah kesehatan mental karena kurangnya sosialisasi. Dengan acara ini, kami berharap perempuan, khususnya di DIY, menjadi lebih sehat jasmani, rohani, dan sosial," ujar Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DIY, GKBRAA Paku Alam, Kamis (27/1/2025).
Tahun ini, festival akan mengusung warna oranye, menggantikan warna soft ungu tahun lalu. "Oranye lebih netral dan juga warna favorit saya. Pada jersi peserta, kami juga menambahkan motif batik Candra Kinasih yang melambangkan kasih sayang," ujar dia.
Festival ini akan berlangsung selama tiga hari dengan beragam kegiatan bertema perempuan, hasil kolaborasi dengan komunitas dan dinas terkait. "Akan ada workshop, sharing session, coaching clinic, dan berbagai kegiatan lainnya," ujar Anggi Bambang, penanggung jawab Festival Mbok Mlayu 2025.
Fokus utama tetap pada kesehatan jiwa dan fisik perempuan, sejalan dengan semangat festival ini sejak pertama kali diadakan. "Tahun lalu sudah digelar, dan tahun ini ada beberapa tambahan untuk memperkaya pengalaman peserta," kata Dian Isnawati, Ketua Pelaksana Festival Mbok Mlayu 2025.
Festival ini akan berlangsung di Pura Pakualaman, menggabungkan unsur gaya hidup sehat, budaya, dan wisata.
Tersedia tiga kategori rute lari yakni 10K melewati Gembira Loka Zoo, memberikan pengalaman unik dengan kehadiran satwa; 5K campuran antara jalan santai dan lari. "Kemudian kategori 2,5K yang dirancang khusus oleh Gusti Putri untuk lansia perempuan dan anak-anak, melintasi beteng Puro Pakualaman," katanya.
Dengan konsep fun run, acara ini tidak berorientasi pada kompetisi, melainkan pengalaman sehat dan menyenangkan. "Keamanan dan keselamatan peserta menjadi prioritas. Kami telah menyiapkan petugas serta layanan medis di lokasi," kata Dian.
Pendaftaran akan dibuka mulai hari ini pukul 19.00 WIB, dan bisa dilakukan melalui Instagram @mbokmlayu atau web mbokmlayu.id serta sosial media Tim Penggerak PKK DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Koalisi Persma se-DIY dan AJI Yogyakarta mendesak Presiden Prabowo meminta maaf atas pernyataan "Londo Ireng" yang dinilai menstigma jurnalis.
Tribun VIP GOR Satria Purwokerto ambruk saat Drift Speed Fest. Sebanyak 75 penonton luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.
Gempa M 5,3 mengguncang Kupang pada Minggu malam. BMKG menyatakan gempa dipicu aktivitas subduksi dan tidak berpotensi tsunami.
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab mendorong tertib perizinan dan penguatan SOP program MBG.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.