6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA – Pemda DIY menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) reguler hasil efisiensi anggaran nantinya akan digunakan untuk membiayai sejumlah program yang selama ini menggunakan anggaran dari pemerintah pusat.
Hal ini sekaligus merespons Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 900/833/SJ yang mengamanatkan efisiensi anggaran, dengan hasil penghematan dialokasikan untuk program-program pro rakyat.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Beny Suharsono menjelaskan, kebijakan efisiensi ini merupakan kelanjutan dari Instruksi Presiden (Inpres) No. 1/2025, serta sejumlah SE dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
BACA JUGA: Pemda DIY Bahas Raperda Penyesuaian Bentuk Hukum BUMD dan Pencegahan Perdagangan Orang
“Kami telah melakukan penyesuaian anggaran dan diperoleh angka sebesar Rp72 miliar dari APBD di luar Rp200 miliar yang dari Dana Keistimewaan. Dari efisiensi ini, sebagian besar diarahkan untuk pelayanan publik, infrastruktur, pengentasan kemiskinan ekstrem, dan kesehatan, sesuai dengan amanat SE terakhir,” ujar Beny, Kamis (27/2/2025).
Ia menyebut, dalam implementasinya, efisiensi anggaran ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek agar tidak mengganggu jalannya program prioritas. Misalnya, beberapa program yang sebelumnya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) kini dialihkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) reguler.
"Jalan dan jembatan yang terkena bintang di Anggaran Kas tetap kami lanjutkan dengan memakai anggaran hasil efisiensi ini. Tidak boleh ada program yang berhenti total,” tambahnya.
Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DIY, Wiyos Santoso menjelaskan, kebijakan efisiensi ini beriringan dengan pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU) dan DAK. Namun, ia menekankan bahwa program-program mandatori seperti pembangunan irigasi, jalan, dan sektor pertanian tetap harus berjalan dengan anggaran hasil efisiensi.
“Efisiensi yang dilakukan meliputi pengurangan 50% anggaran perjalanan dinas dan seremonial. Hasil dari efisiensi ini digunakan untuk membiayai program prioritas yang sebelumnya mendapatkan alokasi dari DAK,” jelas Wiyos.
Pemda DIY kini tengah melakukan penyesuaian lebih lanjut terkait alokasi efisiensi ini, dengan memastikan bahwa anggaran yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan prioritas. “Kami akan terus merinci dan menyesuaikan program mana saja yang masih bisa ditunda atau dihemat, terutama dalam hal pengeluaran non-esensial,” ungkap Wiyos.
Laporan realisasi dari kebijakan ini akan disampaikan ke pemerintah pusat pada akhir triwulan pertama tahun ini. Pemda DIY memastikan bahwa proses efisiensi ini tetap selaras dengan kebutuhan daerah dan tidak mengganggu program strategis yang telah direncanakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Sekolah mahal belum tentu menjamin kesuksesan anak. Riset terhadap keluarga pengusaha sukses menemukan lima karakter utama yang justru lebih menentukan masa dep
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak warga mengawasi revitalisasi sekolah swakelola agar pembangunan sesuai kebutuhan.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat