Kopi Keliling dan Darling Merapi Siap Jangkau Titik Keramaian dan Wisata di Sleman
Kopi Keliling dan Darling Merapi diluncurkan di Sleman untuk memperluas pemasaran Kopi Nirmalagiri dengan dukungan Rp599,7 juta.
Sejumlah pengendara sedang melintas di Jalan Candi Gebang, Padukuhan Jetis, Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Sabtu (1/3/2025). Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN–Jalan Candi Gebang, Padukuhan Jetis, Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman menjadi ruas yang kerap mengalami banjir ketika hujan deras.
Ketinggian air sempat menyentuh 25 centimeter (cm) dan membuat jalan tersebut amblas hingga berlubang ketika hujan deras turun pada Jumat (28/2/2025).
Salah satu pemilik warung makan di Jalan Candi Gebang bernama Tri mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 16.30 WIB hingga 18.00 WIB. Banjir tersebut mencapai ketinggian sekitar 20 cm. Di bagian bawah, dekat jembatan, ketinggian air 25 cm.
BACA JUGA: Banjir Kembali Terjadi di Jalan Raya Jogja-Solo
Menurut Tri arus deras mengalir dari arah utara. Situasi ini menimbulkan ancaman terhadap keselamatan pengendara. Pasalnya, jalan tersebut menanjak.
“Bagian tengah jalan itu ambles gara-gara banjir kemarin. Pengendara sempat oleng jatuh. Akhirnya ada orang yang menaruh tanaman di lubang amblasan itu,” kata Tri ditemui di warungnya, Sabtu (1/3/2025).
Tri mengaku banjir tersebut bahkan menghanyutkan pemberat/ pot cor semen dari arah utara sejauh 15 meter. Kayu-kayu yang berada di warung-warung sepanjang Jalan Candi Gebang pun ikut hanyut.
Pemilik usaha pembuatan plat kendaraan, Yanto, mengaku ketinggian air mencapai 25 cm di sekitar tokonya. Toko dia berada tepat di utara jembatan Jalan Candi Gebang. Apabila hujan deras dengan durasi satu jam, Yanto dapat memastikan akan banjir.
BACA JUGA: Banjir di Sungai Bawah Tanah di Gunungkidul Bikin Layanan PDAM Terganggu
Menurut dia, penyebab banjir tersebut adalah air hujan tidak dapat masuk ke drainase yang ada di bahu jalan. Beberapa grill drainase yang berada di hulu atau sisi atas justru ditutup.
Melalui pengamatan Harianjogja.com, sepanjang Jalan Candi Gebang memang hanya ada sedikit grill drainase yang terbuka. Hampir seluruh grill di sisi atas tertutup semen. Adapun grill drainase yang benar-benar terbuka ada di depan toko miliki Yanto.
Tanaman diletakkan di lubang badan jalan amblas juga masih ada. Beberapa kendaraan, khususnya roda empat tampak kesulitan menghindari tanaman tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kopi Keliling dan Darling Merapi diluncurkan di Sleman untuk memperluas pemasaran Kopi Nirmalagiri dengan dukungan Rp599,7 juta.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.