Ngaku Investor di Sleman, WNA Myanmar Ternyata Beternak Kambing
migrasi Yogyakarta mengungkap WNA Myanmar pemegang ITAS investor di Sleman ternyata bekerja sebagai peternak kambing.
Suasana Upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara, Hari Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong Praja, Satuan Perlindungan Masyarakat dan Hari Ulang Tahun Pemadam Kebakaran digelar di lapangan Pemda Kabupaten Sleman pada Senin (3/3/2025)./Istimewa - Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN— Upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara, Hari Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong Praja, Satuan Perlindungan Masyarakat dan Hari Ulang Tahun Pemadam Kebakaran digelar di lapangan Pemda Kabupaten Sleman pada Senin (3/3/2025). Momen Hari Penegakan Kedaulatan Negara dinilai dapat menjadi sarana menanamkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa.
Usai tuntas mengikuti retret pekan lalu, Bupati Sleman, Harda Kiswaya bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan terima kasihnya atas pelayanan dan pengabdian Satpol dan Damkar krpada masyarakat. Harda berharap Satpol PP dan Damkar dapat semakin solid serta profesional dalam mengemban tugas dan memberikan perlindungan yang maksimal kepada masyarakat.
"Kedepan Satpol PP diharapkan untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kedekatan dengan masyarakat agar tugas yang diemban dapat dijalankan dengan lebih baik," tutur Harda pada Senin (3/3/2025).
Sementara itu, bagi Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas), Harda berharap agar Linmas terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak serta meningkatkan kapasitas dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Selain itu dalam momen peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara yang diselenggarakan memperingati Peristiwa Serangan Umum 1 Maret tahun 1949, Harda berpendapat ada banyak nilai yang bisa diambil dari peristiwa tersebut. Bagi Harda peristiwa serangan umum mampu menegakkan kembali eksistensi dan kedaulatan Negara Indonesia di dunia internasional. Momentum ini lanjutnya juga berhasil menyatukan kembali kesadaran dan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
"Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 yang terjadi di Jogjakarta menjadi bukti nyata perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan eksistensi dan kedaulatan negara Indonesia ke dunia internasional," ujarnya.
Harda menambahkan momentum ini dapat menjadi sarana menanamkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa. Nilai-nilai yang dapat memperkuat kepribadian dan harga diri sebagai bangsa yang memiliki jiwa patriotik, rela berkorban, nasionalisme dan pantang menyerah.
"Kami sebagai generasi penerus harus mampu menjaga dan mempertahankan semangat juang tersebut, dengan memperkuat persatuan serta meningkatkan kontribusi kita bagi kemajuan Sleman, bangsa dan negara," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
migrasi Yogyakarta mengungkap WNA Myanmar pemegang ITAS investor di Sleman ternyata bekerja sebagai peternak kambing.
Long weekend 14–17 Mei 2026 di Jogja dipenuhi agenda wisata, budaya, dan event menarik. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.