Padat Karya Sleman 2026 Berlanjut, BKK DIY Masuk Tahap Ketiga
Padat Karya Sleman 2026 tak mendapat tambahan APBD Perubahan. Program BKK DIY masih berlanjut hingga tahap ketiga pada Oktober-November.
Ilustrasi ASN - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman telah mengalokasikan anggaran untuk gaji untuk aparatur sipil negara (ASN) baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dari dana alokasi umum (DAU). Meski begitu, pengangkatan ASN hasil seleksi 2024 justru ditunda.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Susmiarto, mengatakan Pemkab Sleman telah menyiapkan anggaran untuk pemberian gaji tersebut. Tidak ada pemotongan apapun terhadap DAU.
“Tapi kami belum menerima surat resmi dari Pemerintah Pusat terkait penundaan itu,” kata Susmiarto ditemui di kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP), Kamis (6/3/2025).
BACA JUGA : Pengangkatan Ratusan Calon ASN Pemkot Jogja Terancam Ditunda, Ini Penyebabnya
Sebab itu, Susmiarto tidak dapat menyampaikan banyak keterangan. Khusus mengenai pengangkatan pegawai non-ASN atau honorer menjadi PPPK, Pemerintah Pusat melalui DAU telah menyiapkan gaji untuk enam bulan.
“Non-ASN di lingkungan Pemkab Sleman itu sudah dapat gaji juga dari Pemkab. Kalau begitu kan, pengangkatan bisa dilakukan Juli sebenarnya. Tapi ya itu tadi mengenai perubahan [pengangkatan] yang tiba-tiba ya kami tidak tahu,” katanya.
Susmiarto juga telah meminta BKPP untuk berkoordinasi dengan kabupaten/ kota lain di DIY. Koordinasi ini penting untuk menyamakan waktu pemberian gaji dan tidak ada keputusan yang berbeda.
Pegawai non-ASN mendapat gaji sesuai upah minimum kabupaten (UMK). Apabila mereka telah berstatus PPPK, maka sistem penggajian mereka mirip PNS. Ada kenaikan gaji berkala.
Selain mengangkat ASN, Pemkab Sleman juga perlu menggelar pembekalan. Setelah berstatus ASN, pegawai tersebut otomatis terikat peraturan perundang-undangan, termasuk sanksi apabila melakukan pelanggaran.
“Ada orientasi juga tentang ke-Sleman-an. Mereka kan dari berbagai latar belakang juga. Anggaran pembinaan belum tahu saya kalau tahun 2025. Tidak ada ketentuan baku juga untuk pembekalan. Tahun lalu hybrid, tatap muka dan zoom meeting. Tapi kadang tidak efektif juga. Ada yang menyepelekan pembekalan itu,” ucapnya.
Kepala BKPP Sleman, R. Budi Pramono, belum dapat memberikan pernyataan mengenai penundaan pengangkatan non-ASN menjadi ASN itu. “Kami juga masih menunggu sampai sekarang,” kata Pramono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Padat Karya Sleman 2026 tak mendapat tambahan APBD Perubahan. Program BKK DIY masih berlanjut hingga tahap ketiga pada Oktober-November.
Persib menang 1-0 atas FC Seoul pada laga pembuka Grup E ACL Two 2026/2027 lewat gol cepat Julio Cesar.
Redmi Note 17 Pro Max 5G resmi di Indonesia dengan baterai 10.000 mAh, harga mulai Rp7,499 juta dan prapesan 16–24 September 2026.
BPHTB Sleman baru Rp182,92 miliar atau 45,73% dari target Rp400 miliar. Komisi B menggandeng BPN mengejar penerimaan.
Toyota Hiace menabrak truk di Tol Pemalang KM 306. Dua penumpang mengalami kaki terjepit dan dievakuasi tim SAR.
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.