6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Sejumlah karya seni lintas disiplin dipamerkan dalam acara Nusarupa#2 di Bale Banjar Sangkring, Bantul, Sabtu (8/3/2025). -- ist
Harianjogja.com, BANTUL–Setelah sukses dengan pameran Nusarupa#1 pada 2016 lalu komunitas alumni angkatan 1991 Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Jogja kembali menghadirkan Nusarupa#2 di Bale Banjar Sangkring, Bantul. Mengusung tema SAUDARA, pameran berupaya menegaskan makna persaudaraan dalam berbagai aspek kehidupan.
Kurator pameran, Bambang Toko Witjaksono, menjelaskan, konsep saudara dalam pameran ini memiliki dimensi yang luas. “Persaudaraan lebih dari sekadar pertemanan. Ini adalah ikatan batin yang menyatukan individu, baik melalui sejarah bersama, pengalaman akademik, maupun kebutuhan dasar manusia yang sama,” ujarnya, Sabtu (8/3/2025).
Seperti halnya Nusarupa#1 yang bertajuk HOME dan merefleksikan makna asal-usul para seniman, Nusarupa#2 berusaha menggali lebih dalam nilai-nilai kebersamaan yang terus menghidupi mereka. “Dulu kami satu angkatan, berbagi ruang di kampus ASRI Gampingan. Kini, meski menempuh jalan yang berbeda, ikatan itu tetap kuat,” kata Bambang.
Pameran yang digelar 8 Maret sampai 7 April 2025 ini menghadirkan spektrum karya yang luas, dari seni konvensional hingga eksplorasi multimedia yang merambah lintas disiplin. Tidak hanya terbatas pada seni lukis, patung, grafis, dan kriya yang menjadi latar belakang akademik para peserta, tetapi juga menyentuh ranah desain, otomotif, astrofisika, hingga kuliner.
“Kami tidak ingin membatasi interpretasi tema. Saudara dalam seni bisa diterjemahkan dalam berbagai bentuk, dari figuratif hingga abstraksi yang memanfaatkan elemen garis, bidang, dan warna sebagai simbol interaksi dalam persaudaraan,” jelasnya.
Meski menghadirkan karya dengan karakter beragam, pameran ini tetap memiliki satu benang merah: semangat kebersamaan yang tak luntur oleh waktu. “Tidak mudah menyatukan berbagai gaya dan medium dalam satu ruang, tetapi rasa persaudaraan menjadi energi pemersatu yang menguatkan kami hingga hari ini,” tambahnya.
Di tengah dinamika sosial-politik yang semakin tersegmentasi, Nusarupa#2 juga membawa pesan yang lebih luas yakni pentingnya membangun kesadaran akan persaudaraan dalam kehidupan berbangsa. Bambang mengingatkan bahwa Bung Karno pernah menekankan konsep saudara se-bangsa dan se-Tanah Air sebagai fondasi persatuan Indonesia.
“Dalam kondisi masyarakat yang terpolarisasi, seni bisa menjadi media untuk menyerukan kembali nilai-nilai persaudaraan. Pameran ini bukan hanya nostalgia, tetapi juga ajakan untuk terus merawat kebersamaan,” pungkasnya.
Pameran Nusarupa#2 tidak hanya menjadi ajang apresiasi seni, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali makna sedulur, baik dalam lingkup personal maupun kebangsaan. Melalui karya, para seniman menghadirkan dialog tentang bagaimana persaudaraan bisa menjadi kekuatan yang menghubungkan, melampaui sekat-sekat perbedaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.