Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Patroli polisi - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jajaran Polres Gunungkidul akan terus meningkatkan patrol cipta kondisi selama Bulan Puasa. Pasalnya, belum lama ini telah mengamankan belasan remaja yang hendak melakukan perang sarung di Kawasan Hutan Bunder di Kapanewon Patuk.
Kasi Humas Polres Gunungkidul, AKP Suranto mengatakan, sempat ada video viral yang menggambarkan ajakan untuk perang sarung pada Kamis (7/3/2025) malam. Upaya pencegahan pun dilakukan dengan melakukan penyisiran di kawasan Hutan Bunder.
Adapun hasilnya dapat mengamankan sebanyak 14 remaja yang diduga akan melakukan aksi perang sarung pada Jumat (7/3/2025). Upaya pembinaan pun dilakukan agar kalangan remaja ini tidak melakukan hal-hal yang merugikan.
BACA JUGA: Perang Sarung Terjadi di Sleman
“Saat pembinaan kita minta orang tua dari masing-masing remaja datang. Dari hasil pemeriksaan, para remaja ini juga tidak ada yang membawa senjata tajam maupun minuman keras,” kata Suranto, Minggu (9/3/2025).
Menurut dia, aktivitas perang sarung bisa sangat berhaya karena bisa melukai diri sendiri atau orang lain. Oleh karena itu, ia meminta selama Bulan Puasa dapat diisi dengan berbagai kegiatan yang positif.
“Kami akan terus melakukan operasi cipta kondisi untuk memastikan keamanan dan ketertiban di Masyarakat. Kami berharap, rencana perang sarung tidak ada lagi di wilayah Gunungkidul,” imbuhnya.
Ia pun mengajak Masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kondusivitas dan keamanan lingkungan masing-masing.
“Mari ciptakan lingkungan yang kondusif, terutamaa saat Bulan Puasa. Semua orang bisa ikut berperan dalam upaya pencegahan,” harapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kabag Ops Polres Gunungkidul, Kompol Mustaqim. Menurutnya, banyak kegiatan negatif yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di Masyarakat. Polres Gunungkidul telah melakukan identifikasi terhadap daerah-daerah rawan.
Ia mencontohkan, untuk aksi balap liar berada di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Jalan Bedoyo-Rongkop hingga kawasan di Kapanewon Gedangsari. Adapun aksi perang sarung dimungkinkan terjadi di sejumlah lokasi seperti di Kapanewon Wonosari, Rongkop, Girisubo.
“Aksi ini harus dicegah agar situasi kamtibmas tetap terjaga. Kami pun terus berupaka menjaga agar kondisi lingkungan tetap kondusif,” katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny
Klaim asuransi mobil tidak cukup hanya melapor kecelakaan atau kehilangan kendaraan. Simak dokumen, prosedur, hingga penyebab klaim ditolak agar proses berjalan