Hendak Perang Sarung, Polisi Amankan Belasan Remaja di Gunungkidul

David Kurniawan
David Kurniawan Minggu, 09 Maret 2025 20:57 WIB
Hendak Perang Sarung, Polisi Amankan Belasan Remaja di Gunungkidul

Patroli polisi - Freepik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jajaran Polres Gunungkidul akan terus meningkatkan patrol cipta kondisi selama Bulan Puasa. Pasalnya, belum lama ini telah mengamankan belasan remaja yang hendak melakukan perang sarung di Kawasan Hutan Bunder di Kapanewon Patuk.

Kasi Humas Polres Gunungkidul, AKP Suranto mengatakan, sempat ada video viral yang menggambarkan ajakan untuk perang sarung pada Kamis (7/3/2025) malam. Upaya pencegahan pun dilakukan dengan melakukan penyisiran di kawasan Hutan Bunder.

Adapun hasilnya dapat mengamankan sebanyak 14 remaja yang diduga akan melakukan aksi perang sarung pada Jumat (7/3/2025). Upaya pembinaan pun dilakukan agar kalangan remaja ini tidak melakukan hal-hal yang merugikan.

BACA JUGA: Perang Sarung Terjadi di Sleman

“Saat pembinaan kita minta orang tua dari masing-masing remaja datang. Dari hasil pemeriksaan, para remaja ini juga tidak ada yang membawa senjata tajam maupun minuman keras,” kata Suranto, Minggu (9/3/2025).

Menurut dia, aktivitas perang sarung bisa sangat berhaya karena bisa melukai diri sendiri atau orang lain. Oleh karena itu, ia meminta selama Bulan Puasa dapat diisi dengan berbagai kegiatan yang positif.

“Kami akan terus melakukan operasi cipta kondisi untuk memastikan keamanan dan ketertiban di Masyarakat. Kami berharap, rencana perang sarung tidak ada lagi di wilayah Gunungkidul,” imbuhnya.

Ia pun mengajak Masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kondusivitas dan keamanan lingkungan masing-masing.

“Mari ciptakan lingkungan yang kondusif, terutamaa saat Bulan Puasa. Semua orang bisa ikut berperan dalam upaya pencegahan,” harapnya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kabag Ops Polres Gunungkidul, Kompol Mustaqim. Menurutnya, banyak kegiatan negatif yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di Masyarakat. Polres Gunungkidul telah melakukan identifikasi terhadap daerah-daerah rawan.

Ia mencontohkan, untuk aksi balap liar berada di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Jalan Bedoyo-Rongkop hingga kawasan di Kapanewon Gedangsari. Adapun aksi perang sarung dimungkinkan terjadi di sejumlah lokasi seperti di Kapanewon Wonosari, Rongkop, Girisubo.

“Aksi ini harus dicegah agar situasi kamtibmas tetap terjaga. Kami pun terus berupaka menjaga agar kondisi lingkungan tetap kondusif,” katanya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online