Anak Sulit Membaca? Kenali Tanda Disleksia Sejak Dini
Kenali tanda disleksia pada anak saat belajar membaca, mulai sulit mengenali huruf hingga membaca lambat dan kesenjangan nilai akademik.
Pengurus Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) DIY periode 2025-2030 secara resmi dilantik, Senin (10/3/2025). Asosiasi ini memiliki komitmen kuat untuk memastikan sektor kuliner tidak hanya mendapatkan manfaat secara ekonomi namun juga memberikan sumbangsih dalam membangun ketahanan pangan. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Pengurus Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) DIY periode 2025-2030 secara resmi dilantik, Senin (10/3/2025). Asosiasi ini memiliki komitmen kuat untuk memastikan sektor kuliner tidak hanya mendapatkan manfaat secara ekonomi namun juga memberikan sumbangsih dalam membangun ketahanan pangan.
"Kami bertekad menjadi motor penggerak dalam memperkuat industri jasa boga di DIY khususnya dan Indonesia pada umumnya. Sekaligus memastikan bahwa sektor kuliner tidak hanya berkembang secara ekonomi saja, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan dan ketahanan pangan bangsa,” ujar Ketua APJI DIY Vita Subiyakti.
BACA JUGA : Bantul Pastikan Stok Beras untuk Ramadan dan Lebaran Mencukupi
Oleh karena itu setidaknya ia akan berusaha membawa perubahan positif dengan mengusung lima pilar utama di sektor kuliner khususny wilayah DIY. Pertama, mendukung program gizi nasional, dengan selalu menghadirkan makanan sehat dan
bergizi untuk masyarakat. Kedua, melestarikan dan mengembangkan kuliner nusantara, sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
"Ini sangat penting juga agar ke depan makanan lokal maupun kuliner asli nusantara ini bisa tetap dapat dilestarikan untuk generasi mendatang," ujarnya.
Ketiga, membangun ekosistem pangan berkelanjutan dengan memperkuat sinergi antara pelaku usaha, petani, dan UMKM.
Sistem pangan yang dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat dengan tanpa mengganggu generasi mendatang. "Kami mendorong UMKM kuliner naik kelas, dengan digitalisasi dan perluasan akses pasar," katanya.
Keempat, meningkatkan profesionalisme pelaku jasa boga, melalui pelatihan dan sertifikasi. "Pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku usaha jasa boga ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan profesionalisme. Selain itu kami Kolaborasi dengan pemerintah dan akademisi, untuk menciptakan regulasi dan inovasi berbasis riset di bidang kuliner," ujarnya.
Ketua Kadin DIY GKR Mangkubumi yang hadir dalam pelantikan tersebut berharap ke depan APJI bisa bersinergi dengan berbagai pihak dalam upaya membangun perekonomian serta menciptakan pangan berkualitas. Sehingga ke depan bisa bermanfaat lebih banyak untuk masyarakat.
"Tentu kami berharap APJI ini menjadi bagian dari dunia usaha khususnya kuliner yang bisa berperan secara maksimal untuk masyarakat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenali tanda disleksia pada anak saat belajar membaca, mulai sulit mengenali huruf hingga membaca lambat dan kesenjangan nilai akademik.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.
Sebanyak 189.473 warga Sleman menerima MBG hingga 16 September 2026. Belum ada sekolah yang dicoret dari daftar penerima.
Kutu kebul menyerang 2.000 batang melon petani di Banguntapan, Bantul. Tanaman gagal panen dan menyebabkan kerugian jutaan rupiah.
Cara beli iPhone 18 secara online dan offline di iBox, Digimap, Hello Store, dan Blibli lengkap dengan metode pembayaran.
Sebanyak 252 penerima bansos Gunungkidul membuat pernyataan berhenti judi online. Total 9.921 penerima terindikasi judi online pada 2026.