35 Anak di Gunungkidul Lolos Sekolah Rakyat 2026, Data Final Tunggu SK
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Ilustrasi pasar ramadan.dok/harianjogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pasar murah untuk menyetabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran Gunungkidul mulai digelar sejak Selasa (11/3/2025), kegiatan ini dilaksanakan kantor Kapanewon Rongkop.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Ris Heriyani mengatakan, pasar murah yang digelar merupakan hasil kerja sama antara Pemkab Gunungkidul dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY.
BACA JUGA: Efisiensi Anggaran, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Tunda Pengadaan Seragam Baru ASN
“Hari ini digelar di Kapanewon Rongkop. Pasar murah dilaksanakan untuk mempermudah Masyarakat mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih stabil,” katanya, Selasa siang.
Dia menjelaskan, rangkaian kegiatan pasar murah masih dilakukan. Hanya saja, pelaksanaan sedikit berbeda karena dilakukan operasi pasar di Pasar Argosari di Kapanewon Wonosari, Rabu (12/3/2025).
“Nanti juga ada pemantauan harga-harga bahan pokok di Pasar Argorasi,” katanya.
Menurut dia, pemantauan dilakukan tidak sendiri. Pasalnya, pelaksanasan juga melibatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Tujuan pemantauan sebagai upaya melihat stok jelang perayaan hari besar keagamaan, khususnya Lebaran 2025.
“Untuk operasi pasar, sasarannya adalah para pedagang agar menjual sesuai dengan ketentuan,” katanya.
Fungsional Pengawas Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Sabar Santoso mengatakan, pelaksanaan pasar murah di Kapanewon Rongkop berjalan dengan lancar. total ada 12 ton komoditas kebutuhan pokok seperti telur, gula, minyak goreng, beras tepung dan lainnya.
“Semua lancar dan berjalan dengan baik,” katanya.
Dia berharap kegiatan ini bisa membantu Masyarakat untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau. Diharapkan dengan harga terjangkau maka bisa memenuhi kebutuhan yang diperlukan.
“Rencananya pasar murah masih akan dilanjutkan,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok saat Bulan Puasa maupun jelang Lebaran.
Dia menjelaskan, operasi pasar digelar sebagai komitmen dari pemkab untuk memastikan harga kebutuhan pokok terjangkau bagi Masyarakat. Adapun pelaksanaannya dikoordinasikan dengan Dinas Perdagangan selaku OPD pengampu teknis.
“Jangan sampai ada lonjakan harga yang merugikan Masyarakat,” katanya.
Diharapkan dengan langkah-langkah cepat yang diambil di awal kepemimpinannya bisa menjadi bukti untuk memimpin Gunungkidul yang lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 3 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
KPK periksa istri dan anak eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono, telusuri aset dugaan gratifikasi Rp17 miliar.
Jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 3 Juli 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek waktu keberangkatan di sini.
Harga bahan pokok di Sleman turun selama Juni 2026, diduga akibat liburnya program MBG saat libur sekolah.
B50 resmi berlaku, tekan impor BBM namun berisiko picu krisis minyak goreng dan beban subsidi akibat harga CPO.