Kelok 23 Dibuka, DPRD Minta Pemkab Bantul Kembangkan Destinasi Wisata di Luar Pansela
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
Pemeriksaan keamanan takjil yang dijual pedagang di kawasan Ketonggo, Wonokromo, Pleret, Bantul, pada Selasa (18/3/2025) kemarin oleh Dinkes Bantul dan BPOM di Yogyakarta. Dok. Ist
Harianjogja.com, BANTUL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul tengah berkoordinasi untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap peredaran produk pangan di wilayah Bantul. Sidak ini direncanakan berlangsung pada pekan ketiga Ramadan, menyasar sejumlah supermarket serta jajanan takjil yang dijual masyarakat.
Kepala Seksi Farmasi dan Alat Kesehatan Dinkes Bantul, Heru Purwanto mengatakan, sidak dilakukan secara lintas instansi dengan melibatkan Satpol PP, Dinas Perdagangan, serta BBPOM. Kegiatan ini memang dilakukan rutin setiap tahunnya dengan tujuan agar produk pangan yang dibeli masyarakat jelang Lebaran dipastikan aman dikonsumsi.
BACA JUGA: Kesaksian Warga Jodog Bantul Soal Insiden Keracunan Takjil
"Untuk menjaga efektivitasnya, kami tidak bisa mengungkapkan lokasi dan waktu pastinya. Namun, supermarket yang sudah diperiksa tahun-tahun sebelumnya tidak akan disidak lagi," ujarnya, Rabu (19/3/2025).
Dalam sidak serupa yang dilakukan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu, ditemukan sejumlah pelanggaran, antara lain produk pangan tanpa izin edar, izin edar kedaluwarsa, serta kondisi penyimpanan yang tidak higienis. Bahkan, beberapa makanan yang sudah tidak laik konsumsi, seperti berjamur atau kemasannya rusak, masih dipajang untuk dijual.
"Jika ditemukan pelanggaran dalam sidak nanti, produk yang tidak layak konsumsi akan disita untuk dimusnahkan dengan metode pengelolaan limbah B3," tambah Heru.
Sementara itu, dalam inspeksi yang telah dilakukan pihaknya bersama jajaran Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta terhadap jajanan takjil di kawasan Ketonggo, Wonokromo, Pleret, Bantul, pada Selasa kemarin diambil 16 sampel makanan yang dijual oleh pedagang setempat.
"Pemeriksaan dilakukan menggunakan parameter uji boraks, formalin, dan rhodamin B. Hasilnya, seluruh sampel yang diuji negatif atau aman dikonsumsi," jelas Kepala BBPOM di Yogyakarta, Bagus Heri Purnomo.
Ia menyatakan bahwa pengawasan ini bertujuan untuk memastikan keamanan pangan yang beredar, terutama selama Ramadan ketika konsumsi masyarakat meningkat.
Beberapa jenis pangan yang diuji antara lain bakso, cenil warna, es krim, kolang-kaling, kerupuk warna, kornet, mi basah, es doger, dan es gabus. Dengan hasil ini, masyarakat diharapkan lebih tenang dalam membeli takjil selama Ramadan.
"Langkah pengawasan ini akan terus diperketat untuk memastikan seluruh produk pangan yang beredar di Bantul dan daerah lain memenuhi standar keamanan dan kesehatan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
Banjir meluas di Bangkok setelah hujan hampir 300 mm. Seluruh 50 distrik dinyatakan zona bencana, sementara hujan lebat masih berpotensi hingga 27 September.
Tata Aeris resmi meluncur di India mulai Rp90 jutaan. Sedan penerus Tigor ini punya kamera 360 derajat, 6 airbag, layar 10,25 inci, dan mesin CNG.
Jadwal bola malam ini 26-27 September 2026 menghadirkan Inggris vs Spanyol, Republik Ceko vs Kroasia, perempat final Asian Games, dan Liga 2.
Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 kembali digelar di SUGBK. Psywar media sosial dan rekam jejak pertemuan kedua tim ikut menjadi sorotan.
Ekspansi OpenAI, Anthropic, Google DeepMind, dan perusahaan AI lain memperketat pasar kantor Singapura. Harga sewa diprediksi naik 10 persen.