Hipertensi Gunungkidul Tertinggi di DIY Capai 39,25 Persen
Hipertensi Gunungkidul mencapai 39,25%, tertinggi di DIY. Pemkab memperkuat layanan kesehatan dan penanganan stunting lewat Poskesdes.
Pemeriksaan keamanan takjil yang dijual pedagang di kawasan Ketonggo, Wonokromo, Pleret, Bantul, pada Selasa (18/3/2025) kemarin oleh Dinkes Bantul dan BPOM di Yogyakarta. Dok. Ist
Harianjogja.com, BANTUL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul tengah berkoordinasi untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap peredaran produk pangan di wilayah Bantul. Sidak ini direncanakan berlangsung pada pekan ketiga Ramadan, menyasar sejumlah supermarket serta jajanan takjil yang dijual masyarakat.
Kepala Seksi Farmasi dan Alat Kesehatan Dinkes Bantul, Heru Purwanto mengatakan, sidak dilakukan secara lintas instansi dengan melibatkan Satpol PP, Dinas Perdagangan, serta BBPOM. Kegiatan ini memang dilakukan rutin setiap tahunnya dengan tujuan agar produk pangan yang dibeli masyarakat jelang Lebaran dipastikan aman dikonsumsi.
BACA JUGA: Kesaksian Warga Jodog Bantul Soal Insiden Keracunan Takjil
"Untuk menjaga efektivitasnya, kami tidak bisa mengungkapkan lokasi dan waktu pastinya. Namun, supermarket yang sudah diperiksa tahun-tahun sebelumnya tidak akan disidak lagi," ujarnya, Rabu (19/3/2025).
Dalam sidak serupa yang dilakukan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu, ditemukan sejumlah pelanggaran, antara lain produk pangan tanpa izin edar, izin edar kedaluwarsa, serta kondisi penyimpanan yang tidak higienis. Bahkan, beberapa makanan yang sudah tidak laik konsumsi, seperti berjamur atau kemasannya rusak, masih dipajang untuk dijual.
"Jika ditemukan pelanggaran dalam sidak nanti, produk yang tidak layak konsumsi akan disita untuk dimusnahkan dengan metode pengelolaan limbah B3," tambah Heru.
Sementara itu, dalam inspeksi yang telah dilakukan pihaknya bersama jajaran Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta terhadap jajanan takjil di kawasan Ketonggo, Wonokromo, Pleret, Bantul, pada Selasa kemarin diambil 16 sampel makanan yang dijual oleh pedagang setempat.
"Pemeriksaan dilakukan menggunakan parameter uji boraks, formalin, dan rhodamin B. Hasilnya, seluruh sampel yang diuji negatif atau aman dikonsumsi," jelas Kepala BBPOM di Yogyakarta, Bagus Heri Purnomo.
Ia menyatakan bahwa pengawasan ini bertujuan untuk memastikan keamanan pangan yang beredar, terutama selama Ramadan ketika konsumsi masyarakat meningkat.
Beberapa jenis pangan yang diuji antara lain bakso, cenil warna, es krim, kolang-kaling, kerupuk warna, kornet, mi basah, es doger, dan es gabus. Dengan hasil ini, masyarakat diharapkan lebih tenang dalam membeli takjil selama Ramadan.
"Langkah pengawasan ini akan terus diperketat untuk memastikan seluruh produk pangan yang beredar di Bantul dan daerah lain memenuhi standar keamanan dan kesehatan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hipertensi Gunungkidul mencapai 39,25%, tertinggi di DIY. Pemkab memperkuat layanan kesehatan dan penanganan stunting lewat Poskesdes.
Persija Jakarta gelar team launching dan uji coba internasional lawan Brisbane Roar di JIS, 29 Agustus 2026. Skuad dan jersey terbaru diperkenalkan. Cek detail
Mengisi daya HP pakai kabel USB ternyata tak boleh sembarangan. Hindari 5 kesalahan ini agar baterai awet dan proses charging cepat! Cas HP yang benar di sini.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak naik pada Rabu 12 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram naik menjadi Rp2,819 juta, sementara UBS Rp2,741 juta
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.