Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Terminal Giwangan, Jogja. Antara/Luqman Hakim
Harianjogja.com, JOGJA—Puncak arus mudik di Terminal Tipe A Giwangan, Kota Jogja pada H-3 mencapai 25.479 penumpang.
Kepala Terminal Giwangan Sigit Saryanto, menyebut jumlah tersebut menjadi yang tertinggi selama masa angkutan Lebaran tahun ini dan sedikit melampaui catatan tahun lalu.
"Pemudik meningkat karena Lebaran tahun ini waktunya bersamaan, cuti bersama juga panjang, libur sekolah hampir sama. Ekonomi masyarakat juga saya lihat stabil," ujar Sigit, Minggu (30/3/2025).
Baca Juga: Puncak Arus Mudik Lebaran di Jawa Diprediksi Berlangsung Pukul 21.00-22.00 WIB Malam Ini
Berdasarkan data produksi harian, sebanyak 14.395 penumpang tiba dan 11.084 penumpang berangkat melalui Terminal Giwangan pada Jumat (28/3/2025) atau H-3. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan puncak arus mudik Lebaran 2024 yang tercatat sebanyak 25.000 penumpang.
Lonjakan tersebut, menurut dia, melanjutkan tren peningkatan dari dua hari sebelumnya, yakni 15.661 penumpang pada H-5 atau Rabu (26/3/2025) dan 21.447 penumpang pada H-4 atau Kamis (27/3/2025).
Baca Juga: Hari Ini Puncak Arus Mudik, Jumlah Penumpang di Terminal Giwangan Diprediksi Tembus 20 Ribu
Salah satu penyumbang lonjakan penumpang pada H-3, kata Sigit, adalah program mudik gratis yang tercatat 3.660 pemudik gratis tiba di Terminal Giwangan pada Jumat (28/3/2025) dan secara total, program tersebut melayani 5.820 penumpang sepanjang Maret.
Sigit menyebut, meskipun jumlah armada bus umum berkurang akibat sebagian digunakan untuk mudik gratis, tingkat keterisian bus justru meningkat.
"Walaupun berkurang jumlah busnya, tapi load faktornya naik. Keterisian bus naik," ujarnya.
Baca Juga: H-4 Lebaran, Jumlah Penumpang di Terminal Giwangan Tembus 14.000
Untuk menjamin keselamatan, petugas terminal melakukan "ramp check" terhadap seluruh bus dan sopir yang datang maupun berangkat, meliputi kondisi kendaraan dan fisik pengemudi.
"Kita cek kendaraan dan juga sopirnya. Biasanya kita periksa tensi, tekanan darah. Karena faktor kelelahan juga bisa jadi penyebab kecelakaan," kata dia.
Selain pengawasan teknis, Terminal Giwangan juga menyiagakan posko kesehatan, keamanan, dan armada cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus mudik maupun arus balik.
Menurut Sigit, mayoritas penumpang yang berangkat dari Terminal Giwangan menuju DKI Jakarta, Denpasar, dan beberapa kota besar di Sumatra. Sementara arus kedatangan didominasi pemudik dari kawasan Jabodetabek dan Jawa Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Petar Sucic mencetak gol spektakuler yang membawa Kroasia unggul 1-0 atas Ghana. Inggris masih bermain imbang tanpa gol melawan Panama di Grup L Piala Dunia 202
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.