Bupati Sleman Minta Takbir Keliling Tidak Diadakan di Jalan Raya, Ini Alasannya

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Minggu, 30 Maret 2025 18:37 WIB
Bupati Sleman Minta Takbir Keliling Tidak Diadakan di Jalan Raya, Ini Alasannya

Takbiran - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN--Bupati Sleman, Harda Kiswaya, meminta agar takbir keliling dilakukan di area perkampungan dan tidak di jalan raya. Selain mengganggu lalu lintas, takbir keliling berpotensi memunculkan perang sarung.

“Bulan ini kan muncul kenakalan-kenakan yang berkaitan dengan perang sarung. Itu yang kami hindari,” kata Harda ditemui di Posko Mudik Prambanan, Minggu (30/3/2025).

Kapolres Sleman, Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo, mengatakan kepolisian telah membagi personel dan memetakan lokasi-lokasi takbiran. “Nanti malam kami akan mengontrol semuanya. Kami upayakan agar takbiran tidak dilakukan di jalan raya. Lebih bagus di kampung-kampung. Kalau tetap ada yang menggelar di jalan raya ya kami lakukan pengawasan,” kata Edy.

BACA JUGA : BPBD Kulonprogo Pastikan Kesiapan Mitigasi Bencana Selama Libur Lebaran

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Arip Pramana, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polresta Sleman guna mempersiapkan pengaturan lalu lintas ketika malam takbiran.

“Tiap simpang ada personel dari kepolisian. Kalau personel Dishub sendiri tetap di Posko Prambanan, lalu Tempel, dan Exit Tol Tamanmartani. Manajemen lalu lintas dari kepolisian. Kami monitoring saja,” kata Arip.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sugeng Pranyoto
Sugeng Pranyoto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online