Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Taman Gunungkidul di Perbatasan Gunungkidul dan Bantul, Kapanewon patuk Gunungkidul./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Satpol PP Gunungkidul berkomitmen untuk memperluas jaringan Omah Jaga Warga di Bumi Handayani. Hingga saat ini, wadah kelompok Jaga Warga sudah terbentuk di 40 Kalurahan.
Kepala Satpol PP Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, pembentukan kelompok Jaga Warga di Gunungkidul telah usai. Pasalnya, sudah terbentuk di seluruh padukuhan di 144 Kalurahan di kabupaten terluas di DIY ini.
Meski demikian, ia mengakui pembentukan kelompok ini masih terus berlanjut karena tidak hanya di tingkat padukuhan. Sesuai dengan instruksi dari Pemerintah DIY, maka di setiap kalurahan harus membentuk Omah Jaga Warga sebagai wadah dari kelompok Masyarakat tersebut.
BACA JUGA: Sejak Lebaran, Hampir 50 Ribu Wisatawan Kunjungi Destinasi Wisata di Gunungkidul
“Jadi memang berjenjang. Setelah terbentuk Jaga Warga di padukuhan, maka wadah di kalurahan juga harus dibentuk dalam program Omah Jaga Warga,” kata Edy saat dihubungi, Kamis (3/4/2025).
Meski demikian, ia mengakui hingga sekarang belum semua kalurahan membentuk Omah Jaga Warga. Pasalnya, dari 144 kalurahan di Gunungkidul, sampai saat ini baru terbentuk 40 Omah Jaga Warga.
“Ini yang jadi fokus pengembangan. Tapi, pembentukan Omah Jaga Warga juga tergantung dari Pemerintah DIY serta inisiatif dari masing-masing kalurahan. Yang jelas, program ini akan terus diperluas hingga menyasar ke seluruh kalurahan,” kata mantan Kepala Pelaksana BPBD ini.
Edy menambahkan, keberadaan Omah Jaga Warga tidak hanya sebagai wadah, namun juga sebagai upaya mengatasi persoalan bersama yang terjadi di kalurahan. “Jadi nantinya bisa saling melengkapi dan berkolaborasi dengan Kelompok Jaga Warga di tingkat padukuhan. Selain itu, dengan adanya Omah Jaga Warga, maka di kalurahan dapat memeroleh akses dana keistimewaan dari Pemerintah DIY,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti mendukung penuh pembentukan Kelompok Jaga Warga di tingkat kalurahan. Program ini bisa menjadi kunci untuk menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif serta aman dan damai.
Selain itu, juga dapat berperan sebagai mediator didalam menyelesaikan permasalahan di Masyarakat. “Harus dimanfaatkan secara optimal, karena memang pembentukannya dari Masyarakat dan untuk Masyarakat sehingga perannya terus dijalankan,” kata politikus Golkar ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Polisi menduga teror pocong di Tangerang merupakan modus pencurian dan perampokan. Warga diminta aktifkan ronda dan siskamling.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Rabu 20 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Mentan Andi Amran Sulaiman memecat ASN Kementan terkait dugaan penyelewengan anggaran Rp500 juta. Pegawai tersebut kini berstatus DPO.
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi. Badan Geologi memperluas radius aman hingga 3,5 kilometer ke arah kawah aktif utara.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini Rabu 20 Mei 2026 lengkap dengan rute Stasiun Tugu-YIA, tarif Rp50.000, dan jam keberangkatan terbaru.