Becak Listrik di Jogja Dinilai Nyaman, Rem Baru Tingkatkan Keamanan
Becak listrik di Jogja dinilai nyaman oleh pengemudi dan penumpang. Perawatan rutin disebut menjadi kunci agar kendaraan tetap optimal.
Nyamuk - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Memasuki awal April 2025, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Bantul masih landai. Belum ada pasien DBD yang meninggal dunia.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto menyampaikan saat ini ada kecenderungan penurunan kasus DBD pada Januari hingga April 2025. Pada kurun waktu tersebut, kasus DBD di Bantul mencapai 275 kasus.
BACA JUGA: DBD Banyak Menyerang Pelajar di Bantul, Fogging Dilakukan di Sejumlah Sekolah
Dari jumlah tersebut, tercatat kasus DBD di Bantul pada Januari 2025 mencapai 138 kasus, kemudian pada Februari menurun menjadi 95 kasus. Kemudian pada Maret 2025 menurun menjadi 41 kasus dan April 2025 mencapai satu kasus.
"Hingga saat ini belum ada kasus [pasien yang mengalami DBD] yang meninggal," katanya, Selasa (8/4/2025).
Dia menuturkan jumlah kasus DBD tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu juga mengalami penurunan. Dinkes Bantul mencatat jumlah kasus DBD pada Januari hingga April 2024 mencapai 187 kasus.
Dari jumlah tersebut, kasus DBD pada Januari 2024 mencapai 15 kasus, pada Februari meningkat menjadi 33 kasus, pada Maret meningkat menjadi 71 kasus dan April menurun menjadi 68 kasus.
Samsu menilai penurunan kasus DBD tersebut disebabkan Karen perubahan iklim yang mempengaruhi tempat perindukan nyamuk. Kemudian peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan PSN juga dinilai menjadi faktor pendorong penurunan kasus tersebut.
Kemudian, upaya promosi dan edukasi pada masyarakat untuk menangani DBD juga dinilai menjadi faktor yang menurunkan jumlah DBD.
Meski begitu, Samsu menilai pihaknya tetap menghimbau masyarakat untuk menerapkan PSN. Dia juga meminta masyarakat untuk terus berperilaku hidup bersih, dan sehat.
Kemudian dia pun berharap apabila ada masyarakat yang mengalami gejala DBD segera memeriksakan kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) terdekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Becak listrik di Jogja dinilai nyaman oleh pengemudi dan penumpang. Perawatan rutin disebut menjadi kunci agar kendaraan tetap optimal.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.