BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Arsip-Petugas memeriksa jentik nyamuk di salah satu rumah di kompleks Perumahan Taman Cemara, Dusun Krodan, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Sleman.
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul mengimbau masyarakat untuk menggencarkan lagi gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) guna menekan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang dilaporkan terus meningkat.
"Gerakan PSN ini menjadi upaya paling efektif untuk menekan kasus DBD di Bantul. Karena itu, PSN ini harus kita lakukan bersama-sama," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Tri Widiyantara di Bantul, Minggu.
Berdasarkan data Dinkes Bantul terdapat sebanyak 453 kasus DBD di daerah ini sejak Januari sampai awal Juli 2025. Namun demikian tidak dilaporkan ada kasus kematian atau korban meninggal karena penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti itu.
Pihaknya juga sudah menebar nyamuk wolbachia untuk mengatasi persebaran nyamuk aedes aegypti. Namun, untuk mengatasi kasus DBD secara efektif, masyarakat diimbau aktif menerapkan PSN dengan mengurangi tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk.
"Pencegahan kasus DBD tidak bisa dilakukan hanya oleh satu pihak saja, akan tetapi harus oleh seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami tak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk selalu melakukan PSN," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kasus DBD di Bantul masih berpotensi bertambah mengingat musim kemarau basah atau kemarau yang tiba tiba terjadi hujan saat ini. Bahkan, pada Jumat (4/7) lalu, dilaporkan 14 orang terkena DBD, dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
"Rata-rata pasien DBD ini menjalani perawatan di rumah sakit, itu karena mereka membutuhkan observasi dan pemulihan lebih lanjut," katanya.
Dia mengatakan, kasus DBD di Bantul selama semester pertama 2025 jika dibandingkan dengan tahun lalu mengalami kenaikan. Sebagai contoh, selama delapan bulan dari Januari sampai Agustus 2024, kejadian DBD di Bantul tercatat 383 kasus.
"Peningkatan kasus DBD terjadi pada awal-awal tahun 2025. Jadi memang kondisi itu menjadi penyumbang terbesar kasus DBD di Bantul dibandingkan dengan tahun lalu," katanya.
Dia menyebut meningkatnya kasus DBD dikarenakan kerap terjadi hujan cukup tinggi pada musim kemarau saat ini, sehingga menimbulkan genangan air yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk aedes aegypti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Ford akan pindahkan produksi Lincoln dari China ke AS mulai 2030. Tarif impor Nautilus 52,5% jadi pendorong utama. Langkah ini ikuti strategi GM dan perkuat man
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Yogyakarta dinilai memiliki modal kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga melahirkan talenta dan inovasi
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi pertumbuhan kinerja PT Pegadaian (Persero) dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.