Goa Selarong Bantul Akan Direvitalisasi, Butuh Rp425 Juta
Goa Selarong Bantul akan direvitalisasi dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp425 juta. Dinas Pariwisata mencari dukungan CSR untuk memperbaiki fasilitas.
Peluncuran program Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat dan Bebas DBD oleh Enesia Group dan Pemda DIY Senin (19/5/2025)/ Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY menargetkan wilayahnya bebas malaria sepenuhnya pada Juni 2025. Namun, upaya pemberantasan penyakit berbasis vektor tak berhenti di situ.
Ancaman demam berdarah dengue (DBD) yang terus menghantui mendorong kerja sama lintas sektor untuk mengedukasi puluhan ribu warga.
BACA JUGA: 6 Kasus Malaria Aktif di Kulonprogo, Dinkes Tingkatkan Kewaspadaan
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, menyatakan masih ada pekerjaan rumah dalam mencapai target bebas malaria, terutama di wilayah perbatasan.
“Kami masih punya pekerjaan rumah di Kulon Progo, terutama yang berbatasan dengan Purworejo. Tapi dengan kolaborasi seperti ini, kami optimistis,” ujarnya, dalam peluncuran program Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat dan Bebas DBD, Senin (19/5/2025).
Sementara per Maret 2025, tercatat lebih dari 1.100 kasus DBD di DIY dengan tingkat kematian sekitar 0,1 persen. Meski terbilang rendah, angka tersebut tetap menjadi peringatan serius. “Nyamuk memang harus diberantas, tapi yang paling penting adalah perilaku bersih dan sehat,” kata Pembajun.
Dinas Kesehatan DIY kini menggandeng Enenis Group dan lebih dari 500 kader Jumantik dalam program edukasi “Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat”. Program ini ditujukan untuk menjangkau lebih dari 50.000 warga melalui edukasi door-to-door yang dimulai 20 Mei hingga 24 Juni 2025 di empat wilayah: Mantrijeron, Umbulharjo, Prambanan, dan Wonosari.
CEO Enenis Group, Aryo Widiwardhono menekankan bahwa pendekatan mereka bukan sekadar kampanye. “Kami ingin hasil yang berdampak dan terukur. Simulasi sebelumnya menunjukkan angka bebas jentik meningkat dari 95% menjadi 99%,” ujarnya.
Kegiatan dilakukan dengan metode door-to-door oleh kader Jumantik: memeriksa jentik, menyampaikan informasi gerakan 3M Plus (menguras, menutup, memanfaatkan limbah), serta membagikan produk edukatif seperti Sovel dan Antis.
"DBD bukan hanya masalah kesehatan. Ini soal keberlangsungan hidup keluarga dan kami yakin bahwa keluarga adalah benteng pertama. Karena itu edukasi ini kami harapkan ke tingkat rumah tangga agar kesadaran terhadap DBD menjadi bagian dari keseharian kita semua," jelasnya.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X juga menyoroti tantangan akibat perubahan iklim yang memperparah penyebaran penyakit vektor.
“Tantangan terbesar sebenarnya adalah edukasi perilaku. Ketika masyarakat teredukasi, pencegahan jadi efektif,” kata Sultan.
Ia mendorong kombinasi pendekatan tradisional dan inovatif, yang disesuaikan dengan kondisi geografis serta budaya lokal untuk perang melawan malaria dan DBD di DIY sehingga jadi gerakan kolektif masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Goa Selarong Bantul akan direvitalisasi dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp425 juta. Dinas Pariwisata mencari dukungan CSR untuk memperbaiki fasilitas.
PACK mengungkap rencana meningkatkan kapasitas bijih nikel. Emiten ini mencatat laba Rp190,7 miliar hingga Juni 2026.
Perda nelayan Kulonprogo didorong untuk memperkuat perlindungan, kapasitas, dan keberlanjutan usaha nelayan, pembudidaya ikan, serta petambak garam.
Witan Sulaeman mengungkap suasana ruang ganti Persija setelah menang 2-1 atas Persib dan optimistis memburu gelar juara Super League 2026/2027.
Keluarga penumpang Virgo Transport 8 masih menanti kabar setelah kapal kecelakaan di Laut Jawa. Sebanyak 103 orang telah dievakuasi.
Stasiun Lidah Tanah yang dibangun pada 1902 melayani 6.047 penumpang hingga Agustus 2026, naik 20% dari rata-rata bulanan 2025.