Belanja Pegawai Gunungkidul di Atas Batas, Ini Strategi Dewan
Belanja pegawai Gunungkidul masih sekitar 39%. DPRD meminta Pemkab menggenjot PAD dan berkonsultasi dengan Kemendagri jelang aturan 2027.
Kader jumantik melakukan aksi PSN di wilayah Bantul belum lama ini. Dinkes setempat mencatat kenaikan kasus DBD dibanding dengan tahun lalu dengan jumlah 382 kasus sampai akhir Mei 2025. Dokumentasi Istimewa (email)
Harianjogja.com, BANTUL–Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bantul terus menunjukkan tren peningkatan.
Hingga akhir Mei 2025, tercatat 382 kasus DBD, jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 250 kasus. Wilayah Kapanewon Imogiri tercatat sebagai yang paling terdampak.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Tri Widiyantara menyebut lonjakan kasus ini dipicu oleh curah hujan yang masih tinggi, meskipun seharusnya sudah memasuki musim kemarau.
“Cuaca yang masih hujan terus ini berpengaruh besar. Sejak awal tahun, kami sudah mengingatkan soal potensi lonjakan kasus DBD. Sekarang kami perlu langkah yang lebih intensif untuk pencegahan,” ujarnya, Jumat (23/5/2025).
Agus menyebut Dinas Kesehatan terus mengoptimalkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), termasuk mengintensifkan peran kader kesehatan dan jumantik di Puskesmas serta wilayah padukuhan. Ia mengakui bahwa aktivitas pemantauan jentik nyamuk sempat melemah dan kini perlu digalakkan kembali.
BACA JUGA: PT KAI Meminta Warga Lempuyangan Mengosongkan Rumah Sengketa Dalam Tujuh Hari
“Dulu rajin memantau, sekarang agak menurun. Ini yang harus kami dorong agar kader jumantik kembali aktif,” jelasnya.
Panewu Imogiri, Slamet Santoso menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya lintas sektor untuk menekan persebaran DBD di wilayah setempat.
“Kami lakukan pemantauan PSN serentak di semua wilayah, berikan pelayanan bagi pasien suspek, dan gerakkan sukarelawan serta kader untuk mendampingi pasien. Edukasi juga terus kami lakukan, khususnya kepada generasi muda dan siswa,” kata Slamet.
Pemkab Bantul mengimbau masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan dan memantau potensi genangan air sebagai sarang nyamuk, mengingat fluktuasi kasus DBD masih cukup tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Belanja pegawai Gunungkidul masih sekitar 39%. DPRD meminta Pemkab menggenjot PAD dan berkonsultasi dengan Kemendagri jelang aturan 2027.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.
OJK mengkaji dampak penutupan 833 dapur SPPG terhadap kredit perbankan, termasuk jumlah SPPG yang mendapat pembiayaan bank.
Pertamina mengungkap program streamlining anak usaha yang telah dilakukan pada semester I/2026 setelah mendapat arahan Presiden Prabowo.