Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Nyamuk - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Kabar menggembirakan datang dari sektor kesehatan Kabupaten Gunungkidul. Sepanjang 2025, Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat tidak ada satu pun kasus kematian akibat demam berdarah dengue (DBD). Capaian ini menunjukkan tren positif dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul, Wanda Abrar, mengungkapkan jumlah kasus DBD terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2024 lalu, tercatat sebanyak 1.833 warga terjangkit DBD dengan empat korban meninggal dunia. Sementara pada 2025, jumlah penderita menurun menjadi 1.167 kasus tanpa disertai korban jiwa.
“Terjadi penurunan cukup signifikan dan yang paling menggembirakan, tahun 2025 tidak ada kematian akibat DBD,” ujar Wanda, Ahad (1/2/2026).
Meski demikian, ia menegaskan masyarakat tetap perlu waspada. Pasalnya, potensi penularan biasanya meningkat saat musim hujan seperti yang tengah berlangsung saat ini.
Dinas Kesehatan terus menggencarkan edukasi pencegahan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang melibatkan kader kesehatan di tingkat kalurahan.
“Pola Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS sangat penting. Ditambah olahraga rutin serta konsumsi makanan bergizi agar daya tahan tubuh tetap kuat,” jelasnya.
Selain edukasi, upaya pengendalian juga difokuskan pada pemberantasan sarang nyamuk. Warga didorong aktif memantau lingkungan sekitar untuk memastikan tidak ada genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Targetnya, angka bebas jentik nyamuk minimal mencapai 95 persen.
Langkah konkret yang terus disosialisasikan meliputi menguras tempat penampungan air, menutup wadah air dengan rapat, serta mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air hujan.
“Upaya sederhana ini sangat efektif jika dilakukan rutin oleh seluruh masyarakat,” imbuh Wanda.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, menambahkan capaian tanpa korban jiwa di 2025 mengulang catatan positif yang pernah terjadi pada 2018.
“Setelah 2018, sejak 2019 sampai 2024 selalu ada korban meninggal akibat DBD. Alhamdulillah tahun 2025 kita kembali nol kematian,” katanya.
Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari respons cepat tenaga medis dalam menangani pasien sejak gejala awal terdeteksi. Kesadaran masyarakat untuk segera memeriksakan diri juga berperan besar.
“Kunci utamanya tidak boleh ada keterlambatan penanganan. Kolaborasi masyarakat dan tenaga kesehatan sangat menentukan agar pasien bisa cepat sembuh,” pungkas Ismono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Juventus terancam gagal lolos ke Liga Champions usai kalah 0-2 dari Fiorentina dan turun ke posisi keenam klasemen Serie A.
Apple dikabarkan akan mengubah Siri menjadi AI percakapan setara ChatGPT dan Gemini melalui pembaruan iOS 27 pada akhir 2026.
Libur panjang Mei 2026 membawa 35 ribu wisatawan ke Bantul dengan PAD wisata mencapai Rp506 juta, didominasi Pantai Parangtritis.
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat